Connect with us

Peristiwa

Pendudukan Turki di Suriah Akan Merugikan Ankara Sendiri

Published

on

Pendudukan Turki di Suriah Akan Merugikan Ankara SendiriDi kota Jarablus, Suriah utara, polisi Suriah sedang berlatih. Pasukan baru - tidak bertanggung jawab langsung kepada rezim Suriah di...

TV STREAMING

Di kota Jarablus, Suriah utara, polisi Suriah sedang berlatih. Pasukan baru – tidak bertanggung jawab langsung kepada rezim Suriah di Damaskus, anehnya justru lebih bertanggung jawab kepada kepentingan Turki. Mereka menyanyikan slogan secara serempak, “Long Live Syria.” Tapi ada seruan aneh di akhir yel-yel tersebut yaitu , “Long Live Turkey,” diikuti oleh “Long Live Erdogan.” Para rekrutan memberi hormat kepada penguasa asing baru (Turki) di sebagian besar Suriah utara.

Di tempat lain di Suriah Utara, bendera Turki dapat terlihat berkibar di atas kementerian kesehatan, yang merupakan cabang dari layanan kesehatan negara Turki. Layanan pos Turki pun telah mendirikan kantor pos di Suriah utara. Di sekolah, anak-anak Suriah belajar bahasa baru, yaitu bahasa Turki. Apakah mereka dimaksudkan untuk tumbuh berkembang sebagai sebagai generasi milenial hibrida Suriah-Turki?

Turki sedang terlibat dalam program pembangunan kembali di Suriah utara yang juga termasuk rumah sakit dengan kapasitas 200 tempat tidur di Al-Bab, serta sekolah dan zona industri. Biaya pembangunan ini jelas sangat besar. Namun apakah agenda itu hanyalah sekedar demi kemanusiaan?

Jadi betapa ambisiusnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Suriah utara? Turki mengklaim bahwa tindakannya dalam Operasi Euphrates Shield, yang berhasil merebut 2.225 kilometer persegi wilayah timur laut kota Aleppo yang membentang ke tepi barat sungai Eufrat, dan di Operasi Olive Branch di Afrin menurut pengakuan petinggi Ankara dirancang semata-mata untuk mendorong kembali dan mengalahkan Kurdish Popular Protection Units (YPG) dan Daesh (ISIS).

Turki juga semakin mengerahkan kontrolnya ke Idlib, salah satu zona de-eskalasi dibawah proses Astana. Erdogan mengklaim bahwa: “Kami tidak memiliki keinginan untuk menduduki wilayah tersebut, tetapi kami ingin pemilik yang benar-benar berhak untuk kembali ke sana.” Namun faktanya, Turki telah membangun pangkalan militer di daerah-daerah tersebut.

Kehadiran militer Turki dan meningkatnya intensitas tindakannya di lapangan untuk menggeser demografi dan identitas daerah-daerah ini mengisyaratkan tujuan jangka panjang Ankara sebenarnya. Sekitar 140.000 orang Suku Kurdi telah mengungsi akibat invasi Turki terhadap Afrin, sebaliknya Turki juga membawa suku Arab Suriah ke Afrin untuk menggantikan suku Kurdi Suriah yang terpaksa melarikan diri.

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement