Connect with us

Analisis & Opini

Menunggu Last Resort Atas Kasus Penyanderaan Napi Teroris di Mako Brimob

Published

on

Menunggu Last Resort Atas Kasus Penyanderaan Napi Teroris di Mako Brimob
Sumber Gambar: breakingnews.co.id

Polisi kemungkinan besar akan mengambil langkah “Last Resort” ketika negosiasi dengan napi teroris penyandera penyandera Anggota Densus 88 Bripka Iwan Sarjana, mengalami jalan buntu. Nah, Last Resort itu tindakan apa sebenarnya sih?

“Last Resort” sebenarnya tindakan terakhir yang terpaksa harus diambil oleh pihak kepolisian. Hal ini berarti kekuatan moncong senjata yang akan berbicara.


Apalagi, ada sejumlah senjata yang berhasil direbut oleh para napi teroris di Mako Brimob dari tangan anggota Densus 88 dan Polda Metro Jaya yang gugur dalam peristiwa tersebut. Selain itu, masih ada satu sandera di tangan napi teroris di Mako Brimob, yaitu Bripka Iwan Sarjana.

Polisi masih berusaha keras untuk mengambil langkah negosiasi persuasif dengan alasan masih menghargai nyawa, sayangnya negosiasi ini termasuk sudah terlalu lama, karena kejadian kerusuhan yang menewaskan 5 bhayangkara terbaik tersebut nyaris 24 jam. Jika polisi mengambil tindakan keras secara gegabah, maka nyawa sandera jelas akan sangat terancam.

Kalau langkah “Last Resort” yang berarti moncong senjata yang harus berbicara, maka akan muncul lagi korban-korban nyawa baru yang bergelimpangan dari kedua belah pihak. Ini jelas menjadi dilema tersendiri bagi pihak Polri. Sebaliknya kalau langkah tegas tidak segera diambil, dan negosiasi menjadi molor berlama-lama justru akan menunjukkan ketidakmampuan Polri dalam menangani kerusuhan yang mengakibatkan nyawa 5 putra terbaiknya harus melayang.

Laman: 1 2

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement