Connect with us

Peristiwa

Memburu dan Menunggu Momentum di Bulan Ramadhan

Diunggah:

on

Memburu dan Menunggu Momentum di Bulan Ramadhan
Sumber Gambar: warosu.org

Sejak awal Ramadhan, saya memutuskan untuk abai terhadap petunjuk dokter, karena saya punya berbagai alasan tersendiri. Memang sih saya tahu resikonya, namun saya memilih membulatkan tekad dengan segala resikonya.

Dengan jadwal minum obat yang sangat ketat karena berbagai komplikasi penyakit, mulai stroke, jantung, liver, ginjal dan masih banyak lagi, maka obat jelas pasti sangat banyak dan meminumnya pun harus terjadwal sedemikian rupa.


Sudah empat tahun terakhir saya tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan, karena ketatnya jadwal obat tersebut. Memang sih ada salah satu jalan yang dibolehkan oleh agama, yaitu dengan memberi fidyah.

Namun saya memilih untuk tetap berpuasa dengan segala resikonya, adapun alasannya adalah berikut ini:

Pertama saya mengantisipasi jikalau Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir bagi saya. Dengan kondisi kesehatan yang luar biasa amburadul seperti ini, saya kurang yakin bisa merasakan lagi Ramadhan-Ramadhan di tahun-tahun berikutnya.

Kedua, saya memburu momentum yang menyenangkan semasa terkena serangan jantung waktu sujud terakhir pada sholat subuh. Saat itu, rasa-rasanya saya ogah bangun kembali, karena merasakan rasa yang luar biasa nyaman, teduh, hening dan tenteram luar biasa. Sayangnya, saat itu saya sadar kembali sehingga menyelesaikan subuhan saya sampai dengan wirid dan dzikir selepas subuh tersebut.

Akhirnya, walaupun dengan setengah sadar dan tertatih saya akhirnya membangunkan Mytha si sulung saya untuk mengantar ke dokter. Ternyata benar, saat itu saya di diagnosa terkena serangan jantung yang lumayan berat. Tensi pun yang biasanya diatas 130/90, ngedrop tiba-tiba dibawah 80/50. Sempat tiga kali ngedrop luar biasa, dan terpaksa seminggu harus mondok di Rumah Sakit.

Laman: 1 2 3

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Featured Products