Connect with us

Peristiwa & Opini

Media Apapun Harusnya Tidak Memberi Angin Pada Simpatisan Teroris

mm

Published

on

Media Apapun Harusnya Tidak Memberi Angin Pada Simpatisan TerorisBenar-benar menyedihkan media kita sekarang ini. Kebebasan yang didapatkan saat ini, seharusnya memberi keleluasan kepada kita untuk berekspresi secara positif...

Benar-benar menyedihkan media kita sekarang ini. Kebebasan yang didapatkan saat ini, seharusnya memberi keleluasan kepada kita untuk berekspresi secara positif dalam membangun negeri dan kalau bisa “memayu-hayuning bawana”. Katanya sang Ustadz ini, agamanya Islam yang “rahmatan lil alamin”, kok dalam ceramahnya banyak sekali memprovokasi dan mendiskreditkan aparat.

Selepas beberapa tahun yang lalu sang Ustadz kondang ini menjuluki aparat kita dengan “Monyet Berseragam Coklat”, dalam beberapa hari kemarin saat 5 Bhayangkara terbaik kita gugur dihabisi oleh Napiter, Sang Ustadz nan kondang ini tidak nampak sama sekali empatinya, dan bahkan nampak sangat bahagia dan bersyukur, bahkan menjuluki aparat keamanan kita sebagai “gerombolan monyet berseragam bencong”.


Ustadz kondang yang konon akan diundang Trans7 untuk mengisi acara Ramadhan ini jelas-jelas sangat membenci aparat sejak lama. Banyak jejak digitalnya yang tidak bisa dihapus begitu saja. Dulu, sempat minta maaf dalam kasus “monyet berseragam coklat”, sekarang diulang lagi dalam kasus “gerombolan monyet berseragam bencong”.

Inilah narasi dari screenshot facebooknya yang dihapus beberapa sat selepas viral. Untungnya ada sebagian diantaranya yang berhasil menyimpannya.

Terjadi pertempuran hebat antara sejumlah pasukan menyerupai pahlawan melawan gerombolan monyet bencong yang dihadapi ‘mujtahid’ oleh mufti tower Cileungsi. Antara pasukan mirip pahlawan dan grombolan monyet berseragam bencong itu terjadi baku hantam dan rebutan bambu runcing.

Kabar sementara yang beredar, satu orang di antara pasukan berjubahkan pahlawan dari bumi lancang kuning gugur dijemput makhluk surgawi ke alam kebahagiaan abadi. 16 ekor monyet berseragam bencong dikabarkan tewas mengenaskan.

Yang pasti, saya hari ini turut senang dan gembira, Wallahi saya sangat senang. Minimal berkuranglah populasi monyet berseragam bencong di negeri ini yang eksistensinya hanya menjadi malapetaka dan marabahaya untuk kehidupan manusia dan perawatan dunia.

Dari narasi tersebut diatas dan rekam jejak sebelumnya, pantaskah Ustadz ini kita jadikan panutan? Wallahu A’lam Bishawab. Kalau saya sih ogah banget.

Alhamdulillah, pihak Trans7 merespon dengan tepat dan cepat. Trans7  menyatakan berterima kasih kepada masyarakat terkait rekam jejak ustadz ini, dan menyatakan secara terbuka bahwa

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement