Connect with us

Peristiwa & Opini

Kelak Ukuran Kuburan Kita Sama, Mari Kita Kikis Arogansi dan Sifat Buruk Kita Lainnya

Published

on

Kelak Ukuran Kuburan Kita Sama, Mari Kita Kikis Arogansi dan Sifat Buruk Kita Lainnya
Sumber Gambar: pinterest.com

Saya lebih suka menggunakan kata kita, karena renungan ini juga saya tujukan ke diri saya sendiri. Dalam pandangan saya, sifat arogan dan takabur itu dapat muncul dan dipicu dari segala kelebihan, kekuasaan dan keberhasilan yang kita raih sampai dengan hari ini. Sifat ini adalah salah satu sifat buruk dan berlebihan yang sering muncul pada perilaku kita semua termasuk saya.

Sementara itu bagi yang kurang berhasil, juga dapat dijangkiti oleh penyakit hati lainnya termasuk iri hati, dengki, hasut dan hasad itu. Parahnya sudah kurang berhasil dalam kehidupan, namun arogansi dan ketakaburannya tidak berkurang sama sekali. Sifat buruk ini juga sangat mungkin pernah atau sampai sekarang masih bersemayam di hati dan benak saya, yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kurang berhasil ketimbang sahabat-sahabat saya.


Ramadhan ini dapat kita jadikan renungan untuk menengok kembali ke dalam relung hati kita yang paling dalam. Mampukah kita menghilangkan atau setidaknya mengikis sikap-sikap buruk kita ini? Semoga saja kita dapat dan mau untuk melakukannya.

Saya bukan ahli menukil ayat, karena sejak awal saya akui bukanlah ahli ibadah atau agama sebagaimana teman-teman yang lain.  Namun, sebagai seorang kenalan, teman ataupun sahabat, saya tergerak hati untuk ikut saling mengingatkan.

Sedahsyat apapun capaian kita, gelar terakhir kita natinya adalah “alm (almarhum)”. Semua gelar ataupun atribut mentereng kita di dunia tidak akan ada apa-apanya ketika kita sudah bergelar “alm”.  Lebih sakitnya adalah ketika nanti kita dimintai tanggungjawab atas pemanfaatan segala capaian, kesuksesan dan keberhasilan kita tersebut. Iya kalau kita mampu mempertanggungjawabkannya, kalau tidak khan malah repot sendiri.

Mau sehebat, sekaya dan sedahsyat apapun capaian kita, ukuran kubur kita tetaplah sama. Apalagi kalau kita masuk dalam kelompok yang kurang berhasil termasuk saya ini. Paling pol juga ukuran kuburan kita cuma sekitar 2 X 1 meter saja. Di dalamnya kita juga akan sama-sama ditemani sepi dan kesendirian serta amal kita sampai saatnya nanti dibangkitkan lagi untuk di hisab. Alangkah ngerinya jika kita di kuburan kita, hanya ditemani oleh sifat-sifat buruk kita semasa hidup.

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement