Connect with us

Berita

Jika Daraa Diserbu Tentara Suriah, Militer A.S. Akan Bertindak Tegas

Published

on

Jika Daraa Diserbu Tentara Suriah, Militer A.S. Akan Bertindak Tegas
Sumber Gambar: thenational.ae

A.S. telah memperingatkan Suriah akan mengambil “langkah-langkah tegas dan tepat” jika pasukan pemerintah melanggar gencatan senjata dengan meluncurkan serangan diantisipasi di wilayah Daraa yang dikuasai pemberontak.

Didorong oleh kemenangan baru-baru ini atas pos-pos pemberontak dekat Damaskus, pasukan pemerintah Presiden Bashar al-Assad pada hari Rabu dilaporkan merencanakan untuk menyerang provinsi Daraa, dan pesawat pemerintah Suriah telah menjatuhkan selebaran di sana menyerukan pemberontak untuk menyerah atau menghadapi resiko untuk terbunuh.


Wilayah itu, salah satu wilayah besar terakhir yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok pemberontak, dilindungi oleh perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani antara A.S., Rusia dan negara tetangga Yordania.

Pada hari Jumat, Departemen Luar Negeri A.S. mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka prihatin dengan laporan operasi pemerintah yang akan berlangsung di daerah tersebut dan memperingatkan Suriah agar tidak meningkatkan konflik.

“Kami juga memperingatkan rezim Suriah terhadap tindakan apa pun yang berisiko memperluas konflik atau membahayakan gencatan senjata,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert.

“Sebagai penjamin kawasan de-eskalasi ini dengan Rusia dan Yordania, Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas dan tepat dalam menanggapi pelanggaran rezim Assad.”

Perjanjian gencatan senjata telah ditegaskan kembali oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan di Vietnam November lalu, kata Nauert.

Dia meminta Rusia, yang telah menjadi salah satu sekutu terkuat Assad dalam konflik, untuk menggunakan pengaruhnya untuk mencegah tindakan militer pemerintah lebih lanjut.

Salah satu selebaran yang dijatuhkan di Deraa pada hari Jumat dan dilihat oleh seorang jurnalis yang berkontribusi pada kantor berita AFP termasuk gambar yang menunjukkan sekumpulan mayat-mayat pemberontak yang djajarkan ditanah.

“Ini adalah nasib tak terelakkan dari siapa pun yang bersikeras melawan pemerintah dengan kekuatan senjata,” bunyi selebaran itu.

Didukung oleh pesawat tempur Rusia, pasukan darat dari Iran dan milisi sekutu, termasuk Hizbullah Libanon, telah membantu Assad mengusir para pemberontak dari kota-kota terbesar Suriah, menempatkannya dalam posisi militer yang tak tergoyahkan.

Pemerintah Suriah telah berhasil merebut kembali semua wilayah gerilyawan yang tersisa di dekat Damaskus dalam beberapa pekan terakhir, termasuk daerah Ghouta Timur yang padat penduduk, dan daerah Yarmouk pada hari Senin, memberi Assad kontrol penuh atas ibukota dan sekitarnya untuk pertama kalinya sejak 2012.

Pemerintah sekarang dalam posisi terkuat sejak bulan-bulan awal perang pada tahun 2011, meskipun masih jauh dari mencapai tujuan utama Assad untuk menegaskan kembali kendali atas seluruh wilayah Suriah.

Pemberontak Anti-Assad masih mengendalikan dua wilayah besar yang saling bersebelahan yaitu Idlib di barat laut dan Daraa di barat daya. Milisi Arab, Kurdi dan sekutu (SDF) yang didukung oleh Amerika Serikat menguasai seperempat Suriah timur Euphrates.

Lokasi Daraa di perbatasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel membuat operasi apa pun di sana sangat sensitif. Israel mencurigai sekutu Suriah, Iran, berusaha secara sengaja menata kehadiran militer mereka yang dekat dengan wilayah Israel, dan Israel menanggapinya dengan sangat keras, yaitu berulang kali menyerang sasaran Suriah dan Iran di Suriah ketika merasa terancam.

Daraa dikendalikan oleh berbagai faksi pemberontak, sebagian besar diantaranya dikuasai oleh afiliasi al-Qaeda. Sebagian lainnya dikuasai oleh kelompok ISIS.

Sumber: AFP

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement