Connect with us

Peristiwa & Opini

Israel Akan Membunuh Assad Jika Masih Mengijinkan Serangan Rudal Iran Dari Wilayah Suriah

Published

on

Israel Akan Membunuh Assad Jika Masih Mengijinkan Serangan Rudal Iran Dari Wilayah Suriah
Sumber Gambar: timesofisrael.com

TV STREAMING

Israel akan membunuh Presiden Suriah Bashar Assad jika rudal ataupun perangkat militer Iran kembali melalui wilayah Israel tidak dihentikan, kata seorang menteri kabinet keamanan.

“Jika Assad membiarkan Iran mengubah Suriah menjadi garda depan militer Iran untuk melawan kami (Israel), dia (Assad) harus tahu bahwa akan menjadi akhir dari hayatnya, dan juga akhir dari rezimnya,” kata Yuval Steinitz kepada situs berita Israel Ynetnews.

Pernyataan tersebut muncul selepas mendapatkan laporan bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan rudal besar-besaran terhadap Israel pada hari Minggu.

Iran memiliki sekitar 70.000 pejuang di Suriah dan kemungkinan lebih dari 100.000 rudal dan roket di wilayah tersebut. Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran sedang mempersiapkan diri untuk menyerang Israel dan membangun jembatan darat dari Teheran ke Libanon, di mana Hizbullah, baru-baru ini memperkuat posisinya di parlemen.

Israel telah berulang kali mengatakan tidak akan membiarkan dominasi Iran menyebar ke perbatasannya, dan telah melakukan lebih dari 100 serangan udara di Suriah untuk menghentikan kemajuan Iran ataupun sekutu Iran di Suriah. Israel menganggap Hizbullah merupakan perpanjangan tangan dari Iran, yang telah bersumpah untuk menghancurkan Israel.

Namun baru-baru ini, serangan udara mengancam akan meningkat. Setelah sebuah pesawat tak berawak Iran bersenjata dilaporkan terbang ke wilayah udara Israel, Israel menembak jatuh drone dan menanggapi dengan serangan udara besar-besaran yang diklaim berhasil menghabisi setengah dari pertahanan udara Suriah.

Kemudian, serangan udara misterius berikutnya dilaporkan menewaskan tujuh prajurit militer Iran di pangkalan di mana pesawat tak berawak Iran lepas landas. Serangan lain pun berhasil menghancurkan depot amunisi dalam ledakan besar yang memiliki kekuatan mirip gempa bumi. Israel diduga berada di balik kedua serangan itu.

“Bulan Mei akan sangat fluktuatif,” kata mantan kepala intelijen Angkatan Pertahanan Israel, Amos Yadlin sebelumnya kepada JPost, yang menyiratkan Iran ingin membalas dendam atas pemboman yang memalukan bagi Iran tersebut.

Iran telah lama mendukung Assad dalam perang sipilnya selama tujuh tahun, tetapi Assad memiliki pendukung lain yang jauh lebih kuat yaitu Rusia.

Pertahanan udara Rusia melindungi Assad di Damaskus, meskipun mereka tidak pernah diaktifkan sebagai tanggapan terhadap serangan udara Israel terhadap target di Suriah, meskipun aset militer Suriah terkadang terkena serangan udara Israel.

Namun, jika Israel secara langsung mencoba membunuh presiden Suriah, Rusia, yang telah mempertaruhkan kredibilitasnya di kawasan itu atas kemampuannya untuk membela Assad, mungkin terpaksa harus menanggapi serangan Israel tersebut. Israel memiliki angkatan udara yang sangat kuat dan jet siluman yang sangat banyak, tetapi pertahanan udara Rusia di Suriah dikabarkan berada di antara yang terbaik di muka bumi.

Selain itu, Menlu Amerika Serikat, Mike Pompeo dalam perjalanan baru-baru ini untuk bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Amerika Serikat “sangat prihatin tentang eskalasi berbahaya Iran atas ancamannya terhadap Israel. Selain itu ambisi Iran untuk mendominasi Timur Tengah juga dianggap membahayakan Israel.”

“Amerika Serikat akan bersama Israel dalam pertempuran ini, dan kami sangat mendukung hak berdaulat Israel untuk membela diri,” tambah Pompeo.

Suriah telah lama penuh intrik geopolitik, dan Amerika Serikat dan Rusia telah sering menemukan diri mereka mendukung masing-masing pihak dalam pertempuran di Suriah. Sejauh ini tidak ada konflik serius yang terjadi antara dua musuh Perang Dingin yang mengendalikan sebagian besar senjata nuklir dunia.

Tetapi sementara Amerika Serikat dan Rusia telah terbukti berhati-hati untuk melibatkan satu sama lain, Israel telah menunjukkan dirinya sangat ingin mengebom target yang dianggapnya sebagai ancaman, walaupun target tersebut adalah sekutu utama Rusia.

Sumber: businessinsider.sg

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement