Connect with us

Peristiwa & Opini

Ibukota Damaskus Dan Sekitarnya Sepenuhnya Terbebas Dari Militan dan Pemberontak

mm

Published

on

Ibukota Damaskus Dan Sekitarnya Sepenuhnya Terbebas Dari Militan dan Pemberontak
Sumber Gambar: news.sky.com

Militer Suriah mengatakan ibukota negara dan daerah sekitarnya bebas dari militan untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun.

Pengumuman bahwa kelompok ISIS telah diberangus menandai tonggak dalam perang dan muncul setelah pasukan pemerintah merebut sepenuhnya bagian selatan Damaskus dan kamp pengungsi Palestina Yarmouk.


Seorang juru bicara militer mengatakan kepada media pemerintah: “Tentara Suriah mengumumkan hari ini bahwa Damaskus, daerah pinggirannya dan kota-kota sekitarnya benar-benar aman.”

Pasukan pemerintah Suriah merayakan dengan menembak ke udara dan melambai-lambaikan bendera Suriah, sayangnya di sekitar bangunan-bangunan yang hancur, kehancuran yang luas dan ketidakpastian tentang masa depan negara itu.

Keberhasilan ini, menempatkan pemerintah Bashar al Assad di posisi terkuatnya sejak perang Suriah dimulai pada 2011.

Selama tujuh tahun itu, lebih dari setengah juta orang telah meninggal dan separuh dari populasi mengungsi dari rumah mereka.

Pasukan Assad meluncurkan serangan mereka di Damaskus selatan sebulan lalu, mengambil kemenangan demi kemenangan yang dinikmati sejak Rusia memasuki perang di pihak mereka pada 2015.

Awal tahun ini, mereka berhasil merebut Ghouta timur, di pinggiran Damaskus, setelah ribuan pejuang oposisi dipaksa menyerah.

Beberapa sisa-sisa militan ISIS telah diizinkan untuk meninggalkan wilayah Damaskus, menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), tetapi media pemerintah Suriah telah membantah ada kesepakatan yang dicapai yang memungkinkan evakuasi mereka.

SOHR mengatakan bahwa sisa-sisa militan ISIS sedang menuju ke timur menuju wilayah padang pasir dan bahwa mereka telah membumihanguskan gedung, pos keamanan dan kendaraan mereka, sehingga pasukan pemerintah tidak dapat menggunakannya.

Teheran telah mengatakan pasukannya tidak akan meninggalkan Suriah tetapi akan terus memerangi “terorisme” di sana atas permintaan resmi dari pemerintah Suriah.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran Bahram Ghasemi mengatakan: “Kehadiran kami di Suriah telah didasarkan pada permintaan pemerintah Suriah, dan Iran akan melanjutkan dukungannya selama pemerintah Suriah menginginkannya.”

Sumber: news.sky.com

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement