Connect with us

Peristiwa & Opini

Demo 1 Mei 2018 Di Yogyakarta Rusuh

Published

on

Demo 1 Mei 2018 Di Yogyakarta RusuhDemo May Day (Hari Buruh Internasional) di Yogyakarta rusuh. Diantara tuntutan mereka adalah penurunan harga BBM, menolak outsourcing, menolak upah...

Demo May Day (Hari Buruh Internasional) di Yogyakarta rusuh. Diantara tuntutan mereka adalah penurunan harga BBM, menolak outsourcing, menolak upah buruh rendah. Salah satu tuntutan lainnya adalah menolak pembangunan Bandar Udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo, di simpang Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Unjuk rasa yang dilakukan Gerakan Aliansi Mahasiswa 1 Mei atau Geram itu diikuti sekitar seratusan massa. Mereka memblokade lalu lintas Jalan Solo-Yogya sejak pukul 15.00 WIB. Massa kemudian membakar dan merusak pos polisi yang persis berada di persimpangan itu.

Massa juga merusak berbagai fasilitas rambu jalan, mematahkannya lalu membuangnya ke tengah jalan.

Tak hanya itu, massa yang rata-rata mahasiswa itu mencoba melemparkan bom molotov mereka ke arah toko waralaba KFC dan pusat handphone di pertigaan itu yang akhirnya membuat warga kampung Papringan Kelurahan Catur Tunggal Depok Sleman yang ada di belakang pertokoan itu mulai keluar. Warga marah karena takut terimbas unjuk rasa itu.

“Kami meminta pemerintah segera menghentikan bandara baru, pembangunan bandara menyengsarakan rakyat,” ujar seorang aktivis yang tak mau disebut namanya. Bandara NYIA yang sedang dibangun di Kulon Progo itu menuai penolakan dari masyarakat terdampak. Lahan yang terkena proyek Bandara NYIA itu sebagian merupakan lahan pertanian milik petani. Petani sangat tergantung bidang pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Meski protes telah dilakukan, pemerintah tetap meneruskan rencana pembangunan Bandara NYIA itu. Menurut peserta aksi tadi, pembakaran pos polisi itu dinilai sebagai bentuk protes atas pembangunan bandara NYIA yang selama ini tak pernah didengarkan.

Selama aksi itu kelompok massa menantang polisi yang mulai berdatangan. Mereka tak gentar dan malah melemparkan petasan ke arah polisi sambil terus menyulut Molotov untuk membesarkan api yang membakar kantor polisi.

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement