Connect with us

Berita

Sistem Pertahanan Udara Suriah Cukup Digdaya Untuk Menangkal Serangan Koalisi

Published

on

Sistem Pertahanan Udara Suriah Cukup Digdaya Untuk Menangkal Serangan KoalisiSeorang pejabat militer senior Rusia mengatakan bahwa pertahanan udara Suriah telah mencegat sedikitnya 71 rudal jelajah yang ditembakkan pasukan AS,...

Seorang pejabat militer senior Rusia mengatakan bahwa pertahanan udara Suriah telah mencegat sedikitnya 71 rudal jelajah yang ditembakkan pasukan AS, Inggris dan Prancis.

Pada konferensi pers di Moskow pada hari Sabtu, Letnan Jenderal Sergey Rudskoy mengatakan sedikitnya 103 rudal jelajah, termasuk Tomahawks, ditembakkan ke sejumlah sasaran di Suriah.

“Rusia telah sepenuhnya memperbaiki sistem pertahanan udara Suriah selama enam bulan terakhir,” kata Rudskoy.

Kementerian pertahanan Rusia dikutip mengatakan bahwa Suriah mengerahkan rudal permukaan-ke-udara buatan Rusia, termasuk S-125, S-200, 2K12 Kub dan Buk untuk menangkal semua jenis serangan udara.

Di antara mereka yang ditargetkan oleh operasi yang dipimpin A.S. adalah bandara militer Al-Dumayr di luar Damaskus. Rusia mengatakan semua 12 rudal yang diarahkan ke bandara berhasil dirontokkan.

Dalam pernyataannya, Rudskoy mengkonfirmasi setidaknya satu kapal perang Angkatan Laut A.S. di Mediterania, dan pembom B-1 A.S. terlibat dalam operasi itu, serta beberapa  jet Tornado Inggris.

Brigjen Ali Mayhoub, yang membaca pernyataan di TV pemerintah Suriah, mengatakan “pertahanan udara kami secara efektif menembak jatuh sebagian besar dari mereka.” Dia mengatakan salah satu rudal berhasil lolos dan menghantam Pusat Penelitian Ilmiah di Barzeh dekat Damaskus, merusak sebuah gedung. Di Homs, salah satu rudal melukai tiga orang, katanya.

Mayhoub mengatakan serangan itu “tidak akan menghalangi” militer Suriah dari perang yang sedang berlangsung untuk membasmi “teroris bersenjata” dari wilayah Suriah.

Militer Rusia mengatakan sejauh ini, pihaknya tidak menggunakan aset pertahanan udara di pangkalan udara dan angkatan lautnya di Suriah.

Pernyataan resmi militer Suriah mengatakan A.S., Inggris dan Prancis menembakkan 100 lebih rudal selama serangan gabungan terhadap sasaran di Damaskus dan di luar ibukota Suriah.

Brigjen Ali Mayhoub, yang membaca pernyataan di televisi Suriah, mengatakan “pertahanan udara kami secara efektif menembak jatuh sebagian besar (sekitar 70%) dari mereka.” Dia mengatakan salah satu rudal menghantam Pusat Penelitian Ilmiah di Barzeh dekat Damaskus, merusak sebuah bangunan. Di Homs, salah satu rudal melukai tiga orang, katanya.

Mayhoub mengatakan serangan itu “tidak akan menghalangi” militer Suriah dari perang yang sedang berlangsung untuk membasmi “teroris bersenjata” dari wilayah Suriah.

Sumber: Al Jazeera, The Associated Press

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply