Connect with us

Berita

Rusia Berang, Mempertimbangkan Mensuplai Sistem Pertahanan Udara S-300 Ke Suriah

Published

on

Rusia Berang, Mempertimbangkan Mensuplai Sistem Pertahanan Udara S-300 Ke Suriah
Sumber Gambar: t-online.de

Rusia pada Sabtu menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, selain itu Moskow mengatakan akan mempertimbangkan untuk memasok sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah setelah serangan rudal oleh Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.

“Rusia mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas tindakan agresif A.S. dan sekutunya,” kata Presiden Vladimir Putin dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web Kremlin.

“Eskalasi situasi saat ini di sekitar Suriah memiliki dampak yang menghancurkan pada seluruh sistem hubungan internasional,” tambahnya.

Militer A.S., Inggris dan Prancis menggempur Suriah dengan lebih dari 100 rudal pada Sabtu pagi sebagai tanggapan atas serangan gas beracun yang menewaskan puluhan orang pekan lalu, dalam intervensi terbesar oleh kekuatan Barat terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Putin mengatakan tindakan A.S. di Suriah membuat bencana kemanusiaan lebih buruk dan menyebabkan rasa sakit bagi warga sipil.

“Rusia sangat serius mengutuk serangan terhadap Suriah di mana tentara militer Rusia membantu pemerintah yang sah untuk melawan terorisme,” kata Putin.

Sistem Pertahanan Udara S-300 Untuk Suriah

Moskow mungkin mempertimbangkan untuk memasok sistem rudal pertahanan udara S-300 ke Suriah dan “negara-negara lain”, kata Letjen Sergei Rudskoi pada suatu pernyataan di televisi kemarin.

Rusia telah “menolak” memasok rudal itu ke Suriah beberapa tahun yang lalu, karena demi “mempertimbangkan permintaan mendesak dari beberapa mitra Barat kami, ” lanjut Rudskoi.

Setelah gempuran 100 lebih rudal dari pasukan koalisi yang dipimpin A.S., bagaimanapun, “kami menganggap perlu untuk meninjau kembali masalah ini, tidak hanya dalam hal Suriah tetapi ke negara lain juga,” kata Rudskoi.

Sistem pertahanan udara Suriah, yang sebagian besar terdiri dari sistem yang dibuat di era Uni Soviet, telah berhasil mencegat 71 dari rudal yang ditembakkan Sabtu oleh militer A.S., Inggris dan Prancis, tambahnya.

“Dalam satu setengah tahun terakhir Rusia telah sepenuhnya memberdayakan kembali sistem pertahanan udara Suriah dan terus memperbaharuinya,” kata Rudskoi.

Sumber: Reuters

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply