Connect with us

Peristiwa & Opini

Militer Rusia Akan Menargetkan Militer A.S. Jika Washington Menyerang Suriah

mm

Published

on

Militer Rusia Akan Menargetkan Militer A.S. Jika Washington Menyerang SuriahSeorang diplomat Rusia telah memperingatkan bahwa setiap rudal A.S. yang ditembakkan ke Suriah akan ditembak jatuh dan lokasi peluncuran rudal-rudal...

Seorang diplomat Rusia telah memperingatkan bahwa setiap rudal A.S. yang ditembakkan ke Suriah akan ditembak jatuh dan lokasi peluncuran rudal-rudal tersebut akan menjadi target rudal-rudal Rusia, setelah Presiden Donald Trump menjanjikan respon yang kuat terhadap dugaan serangan kimia terhadap daerah kantong pemberontak dekat Damaskus.

“Jika ada serangan oleh Amerika, maka kami mengacu pada pernyataan Presiden Putin dan kepala staf Militer Rusia bahwa rudal yang mengancam Suriah akan ditembak jatuh termasuk sumber apapun dari mana misil-misil itu ditembakkan,” kata Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin.


Komentar Alexander Zasipkin itu muncul setelah A.S. menimpakan kutukan pada Suriah dan pendukung utamanya Rusia sejak muncul foto-foto korban dari serangan gas beracun yang diduga menewaskan puluhan orang di Douma pada hari Sabtu.

Trump membatalkan perjalanan ke Amerika Latin untuk fokus pada insiden Suriah, kata Gedung Putih. Menteri Pertahanan A.S., Jim Mattis juga membatalkan rencana untuk melakukan perjalanan ke California dalam beberapa hari mendatang. Trump mengatakan kepada wartawan semua opsi ada di meja mengenai Suriah.

USS Donald Cook, kapal perusak Angkatan Laut A.S., meninggalkan pelabuhan di Siprus pada hari Senin. Kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk, pernah digunakan setahun lalu setelah dugaan serangan gas sarin terhadap warga sipil Suriah.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan “respon yang kuat dan bersama” terhadap insiden terbaru.

Macron juga mengatakan negaranya, A.S. dan Inggris akan memutuskan bagaimana merespon insiden tersebut dalam beberapa hari mendatang. Trump juga berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May tentang kekerasan di Suriah.

Eurocontrol, badan kontrol lalu lintas udara pan-Eropa, memperingatkan maskapai penerbangan Selasa untuk berhati-hati di Mediterania timur karena kemungkinan serangan udara dalam 72 jam ke depan.

Pensiunan Laksamana James Stavridis, mantan kepala NATO dan analis NBC News, memperingatkan bahwa setiap serangan AS terhadap Suriah kemungkinan akan membutuhkan pesawat berawak dan merupakan “operasi berisiko tinggi.”

“Tahun lalu adalah tentang mengirim sinyal,” kata Stavridis, mengacu pada serangan April 2017 yang diperintahkan oleh Trump. “Tahun ini ini tentang menghancurkan kemampuan Suriah yang sebenarnya.”

Purnawirawan Jenderal Libanon, Khalil Helou mengatakan tujuan akhir dari tindakan A.S. adalah untuk memaksa Presiden Bashar al-Assad untuk melunak dan kalau mungkin lengser dari kursi kepresidenannya.

Sumber: nbcnews.com, Ruptly

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement