Connect with us

Opini

Janji Segera Menyerang Suriah, Trump Sekedar Menggertak Rusia?

Published

on

Janji Segera Menyerang Suriah, Trump Sekedar Menggertak Rusia?Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan para pejabat A.S. "terus menilai laporan data intelijen". Presiden A.S. telah bersumpah...

TV STREAMING

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan para pejabat A.S. “terus menilai laporan data intelijen”.

Presiden A.S. telah bersumpah untuk mengambil tindakan cepat dan tegas terhadap Suriah sejak laporan tentang dugaan serangan gas beracun yang terhadap daerah kantong pemberontak yang menewaskan puluhan orang.

Dalam sebuah panggilan telepon, Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May setuju bahwa sangat penting untuk mencegah penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh Pemerintah Suriah.

Sebelumnya, May menerima dukungan dari menteri-menterinya untuk menawarkan dukungan Inggris untuk menanggapi apa yang dia telah gambarkan sebagai “tindakan barbar” yang tidak dapat ditentang.

Trump juga diharapkan untuk berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam beberapa jam mendatang.

Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan kemungkinan serangan terhadap negaranya dapat memicu ketidakstabilan regional.

“Dengan setiap kemenangan yang dicapai di lapangan, suara-suara dari beberapa negara Barat dibangkitkan dan tindakan diintensifkan dalam upaya mereka untuk mengubah jalannya peristiwa … suara-suara ini dan setiap tindakan yang mungkin akan berkontribusi apa-apa selain peningkatan ketidakstabilan di wilayah itu, mengancam perdamaian dan keamanan internasional, “kata Assad menurut televisi negara Suriah.

Damaskus membantah bertanggung jawab atas insiden yang telah memperlebar keretakan antara Barat dan Moskow, yang mendukung pemerintahan Suriah.

Pada hari Rabu, meskipun Trump sebelumnya mengatakan dia tidak akan “menyiarkan” gerakannya di Suriah, dia tweeted bahwa rudal “akan segera tiba….'”.

Namun Menteri Pertahanan A.S., James Mattis menyatakan dengan nada lebih berhati-hati hari itu, mengatakan bahwa Washington masih menilai intelijen atas dugaan serangan gas beracun.

Tweet terakhir Trump mengatakan: “Jangan pernah mengatakan kapan serangan terhadap Suriah akan terjadi. Bisa jadi segera atau tidak secepat itu!”

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia tidak menginginkan eskalasi situasi di Suriah, tetapi mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mendukung “tuduhan tidak jujur” dan bahwa mereka tidak menemukan bukti adanya serangan senjata kimia di Douma.

Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, menyebut pernyataan dari Washington militeristik, dan mengatakan dunia harus berpikir serius tentang kemungkinan konsekuensi dari ancaman.

Zakharova mengatakan ancaman oleh Amerika Serikat dan Prancis adalah pelanggaran terhadap piagam PBB, dan bahwa serangan udara Israel telah semakin memperburuk stabilitas di Suriah.

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement