Connect with us

Berita

Douma Berhasil Direbut Militer Pemerintah Suriah

Published

on

Douma Berhasil Direbut Militer Pemerintah Suriah
Sumber Gambar: axios.com

Militer Rusia mengumumkan pada hari Kamis bahwa pemerintah Suriah sekarang memegang kendali penuh atas sebuah kota di pinggiran Damaskus yang diadakan oleh para pemberontak dan itu adalah tempat serangan bahan kimia yang dicurigai selama akhir pekan.

Tidak ada pengumuman resmi oleh Damaskus, namun, dan tidak ada indikasi bahwa pasukan pemerintah Suriah telah memasuki kota Douma pada hari Kamis.

Jika dikonfirmasi, perkembangan akan menandai tahap terakhir dari pengambilalihan pemerintah Suriah di daerah Ghouta yang dikuasai pemberontak di pinggiran Damaskus. Douma dan wilayah Ghouta timur adalah benteng pertahanan pemberontak yang signifikan selama perang sipil Suriah, yang kini memasuki tahun kedelapan.

Sementara itu, Suriah bersiap untuk kemungkinan serangan A.S. sebagai pembalasan terhadap serangan kimia yang diduga menewaskan puluhan orang pada Sabtu di Douma. Kementerian Luar Negeri di Damaskus telah mengecam ancaman Presiden Donald Trump untuk menyerang negara itu sebagai tindakan yang “sembrono” dan bahaya bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia diikuti oleh sedikit kekacauan di Douma dimana pemberontak melepaskan tembakan ketika para milisi oposisi dari faksi yang berbeda memilih pergi dengan keluarga mereka di bawah apa yang disebut kesepakatan evakuasi yang dimediasi oleh Rusia untuk menyerahkan kota kepada pemerintah dan mengakhiri pengepungan militer selama berbulan-bulan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa situasi di Douma, di sebelah timur ibukota Suriah sudah “dinormalisasi.”

Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), militer Rusia dikerahkan untuk meyakinkan warga sipil yang tersisa di Douma.

Insiden tembak-menembak antara milisi faksi pemberontak dengan militer dan milisi pro pemerintah Suriah pada hari Rabu kemarin pecah selama evakuasi warga sipil setelah pendukung pro-pemerintah Suriah berusaha untuk mengibarkan bendera pemerintah Suriah di atas bangunan di Douma dan meneriakkan dukungan Presiden Suriah Bashar Assad sebelum evakuasi sisa-sisa milisi pemberontak selesai sepenuhnya.

Beberapa wartawan Rusia yang telah memasuki kota dengan delegasi rekonsiliasi terluka dalam baku tembak tersebut. SOHR mengatakan evakuasi yang lebih besar akan dilakukan pada hari Kamis.

Kesepakatan evakuasi, yang menjadikan wilayah oposisi terakhir di dekat ibu kota di bawah kendali pemerintah Suriah.

Di tengah perselisihan sebelumnya, gencatan senjata runtuh minggu lalu dan pemerintah Suriah menekan dengan serangan ofensif besar-besaran.

Serangan itu diikuti oleh dugaan serangan kimia di Douma pada hari Sabtu yang menewaskan lebih dari 40 orang dan memicu kecaman internasional. Amerika Serikat dan sekutunya telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Suriah sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan kimia tersebut. Suriah dan Rusia menyangkal serangan itu terjadi.

Kesepakatan evakuasi menyerukan pembentukan dewan lokal untuk mengelola Douma. Ribuan warga sipil tinggal di Douma, dan beberapa pejuang pemberontak yang tersisa juga diperkirakan akan tetap tinggal, dengan syarat mereka menyerahkan senjata mereka. Lebih dari 13.500 pejuang pemberontak Suriah dan keluarga mereka meninggalkan Douma bulan ini.

SOHR mengatakan masih ada sisa-sisa pejuang pemberontak di Douma, beberapa dari mereka yang tersisa masih akan dievakuasi ke daerah-daerah yang dikuasi oposisi lainnya di Suriah utara.

Sumber: Time.com

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply