Connect with us

Berita

Menlu Turki Peringatkan Suriah Tentang Rencana Intervensi Militernya di Afrin

Published

on

Menlu Turki Peringatkan Suriah Tentang Rencana Intervensi Militernya di AfrinPasukan gabungan militer Turki dengan Milisi Anti Assad, pimpinan Turki meningkatkan operasi militer mereka melawan milisi Kurdi Suriah, YPG, di...

Pasukan gabungan militer Turki dengan Milisi Anti Assad, pimpinan Turki meningkatkan operasi militer mereka melawan milisi Kurdi Suriah, YPG, di daerah kantong Afrin yang dikuasai Kurdi. Ankara telah bereaksi dengan hati-hati terhadap laporan bahwa Damaskus kemungkinan akan melakukan intervensi secara militer untuk melindungi wilayah Suriah dari serangan militer gabungan pasukan pimpinan Turki.

“Jika mereka (militer Suriah) ke Afrin untuk membersihkan YPG, maka tidak ada masalah,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Senin. “Tapi jika pasukan Suriah memasuki Afrin untuk melindungi YPG, tidak ada yang bisa menghentikan pasukan kami untuk melakukan serangan frontal secara militer.”


Pemerintah Turki telah mengumumkan tujuan operasinya adalah untuk menghabisi semua milisi YPG dari Afrin dan menciptakan zona keamanan sepanjang 30 kilometer.

Ankara menuduh milisi YPG merupakan teroris yang terkait dengan pemberontak Kurdi (PKK) selama beberapa dekade di Turki. Sementara itu, disisi lain, Amerika Serikat mendukung YPG dalam perang melawan ISIS.

Senin, televisi pemerintah Suriah mengklaim bahwa pasukan yang didukung oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad telah mencapai kesepakatan dengan YPG untuk secara bersama membendung serangan pasukan gabungan pimpinan Turki di daerah kantong Afrin yang diperebutkan.

Pejabat milisi Kurdi Suriah dilaporkan memberikan pesan beragam mengenai apakah kesepakatan akhir dengan Damaskus telah tercapai.

Pejabat Suriah mengatakan serangan Turki ke Afrin merupakan pelanggaran integritas teritorial, dan memperingatkan Suriah akan mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi hal itu. Ankara mengatakan operasi tersebut hanya sekedar untuk mengamankan perbatasannya dan berada dalam perlindungan hukum internasional.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menolak seruan dari para pemimpin partai oposisi di Turki untuk membuka dialog dengan mitranya dari Suriah.

Bentrokan militer potensial antara Turki dan Suriah menimbulkan masalah tersendiri bagi Rusia, yang merupakan pendukung utama rezim Assad, di sisi lain, Moskow juga sedang mempertahankan hubungan baiknya dengan Erdogan. Sampai dengan saat ini, Pasukan Rusia mengizinkan jet-jet Turki memasuki wilayah udara Suriah untuk mendukung serangan militer pasukan gabungan pimpinan Turki yang sedang berlangsung di Afrin.

Media Turki melaporkan Senin para pemimpin Rusia dan Turki berbicara melalui telepon untuk membahas masalah Suriah.

Sumber: voanews.com

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement