Connect with us

Peristiwa

Erdogan Mengecam Keras A.S. Atas Dukungannya Kepada YPG

Published

on

Erdogan Mengecam Keras A.S. Atas Dukungannya Kepada YPG
Sumber Gambar: Al Jazeera

TV STREAMING

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengecam dukungan A.S. untuk milisi YPG Kurdi di Suriah utara, memperingatkan bahwa langkah Washington untuk mendanai kelompok tersebut akan mempengaruhi keputusan masa depan Ankara terhadap sekutu NATO-nya.

“Keputusan A.S. untuk memberikan dukungan finansial kepada YPG … pasti akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil Turki di masa yang akan datang,” kata Erdogan pada hari Selasa.

“Akan lebih baik bagi mereka untuk tidak berdampingan dengan teroris yang mereka dukung hari ini. Saya menyerukan rakyat A.S.  bahwa uang ini keluar dari anggaran A.S., itu keluar dari kantong rakyat A.S.,” Erdogan kata.

Kecaman keras Erdogan ini merupakan tanggapan terhadap tambahan anggaran pertahanan Pentagon yang mengalokasikan $ 550 juta untuk kegiatan militer di Suriah.

Departemen pertahanan A.S. meminta $ 300 juta untuk “melatih dan melancarkan kegiatan” di Suriah dan $ 250 juta untuk “pengamanan perbatasan Suriah – Turki yang terkait dengan misi militer anti ISIS,” menurut salinan anggaran tersebut.

Turki bulan lalu memulai serangan militer, yang dijuluki “Operasi Cabang Zaitun”, ke wilayah Afrin yang dikuasai Kurdi di Suriah barat laut untuk menghabisi para pejuang YPG Kurdi dari perbatasan Suriah – Turki.

Pejabat tinggi Turki mengancam akan memperluas serangan sampai ke kota Manbij di Suriah, yang saat ini di bawah kendali Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi opeh para pejuang YPG, dan memperingatkan tentara A.S. yang berada di Manbij untuk segera angkat kaki.

Sementara itu, A.S. telah menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk menarik tentaranya dari Manbij.

Paul Funk, komandan pasukan A.S. di Suriah dan Irak, melakukan kunjungan baru-baru ini ke Manbij dan mengatakan bahwa A.S. dan mitranya di Suriah akan membalas dengan sangat keras jika diserang.

“Anda memukul kami, kami akan merespon dengan agresif, kami akan membela diri,” kata Funk.

Erdogan membidik hal itu, mengatakan: “Jelas bahwa mereka, yang mengatakan bahwa mereka akan ‘memberikan tanggapan yang tajam’ jika mereka terkena tetap bersikukuh, mereka belum pernah merasakan tamparan ala Ottoman (Ottoman Slap).”

AS percaya bahwa gerakan militer Turki ke Suriah utara telah merongrong perang besar koalisi pimpinan A.S. dalam upaya untuk menghabisi sisa-sisa kekuatan ISIS.

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson meminta sekutu untuk memperkuat persatuan dalam memerangi ISIS, dan mengkritik keras operasi militer Turki di Afrin.

“Akhir operasi tempur utama kemarin bukan berarti bahwa kita telah benar-benar menghabisi ISIS,” kata Tillerson pada hari Selasa dalam pertemuan di Kuwait.

“Operasi militer Turki telah merongrong kekuatan kami dalam upaya untuk mengalahkan kekuatan ISIS di Suriah timur … Sebagian Pasukan SDF yang didominasi oleh pejuang YPG telah dialihkan dari Manbij ke Afrin,” kata Tillerson.

Erdogan secara tegas, mengatakan bahwa A.S. tidak dapat lagi menggunakan perang dalam menumpas ISIS sebagai alasan, karena kekuatan tempur kelompok ISIS tersebut – menurut Erdogan – telah nyaris habis di Suriah.

“Mulai sekarang, tidak ada yang punya hak untuk menggunakan ISIS sebagai alasan. Drama pertempuran dalam melawan ISIS telah berakhir,” kata Erdogan.

A.S. telah lama mendukung SDF sebagai “sekutu yang andal” dalam perjuangannya melawan ISIS, meskipun ada keberatan kuat oleh Ankara, yang menganggap YPG yang memimpin SDF tersebut, sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap sebagai teroris dan dilarang oleh ortoritas Turki.

Sekitar 40.000 orang terbunuh di Turki sejak PKK meluncurkan perjuangannya melawan Turki pada tahun 1980an, untuk mendapatkan hak otonomi yang lebih banyak bagi suku Kurdi.

Sumber: Al Jazeera

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement