Connect with us

Seiring dunia menyaksikan pengeboman Ghouta yang berlangsung tanpa henti dari Suriah, 300 mil ke timur, A.S. tetap fokus untuk memberantas sisa-sisa terakhir dari kekuatan ISIS. Pada tanggal 11 Februari, Menteri Pertahanan James Mattis menekankan bahwa, setelah kekalahan kelompok tersebut, tidak ada rencana apapununtuk komitmen A.S. yang lebih dalam di Suriah dalam jangka panjang. Beberapa minggu kemudian pada tanggal 23 Februari, Presiden Donald Trump menguatkan pesan Mattis dan mengatakan bahwa 1.700 sampai 2.000 tentara A.S. di Suriah akan “pulang ke rumah” setelah kekuatan ISIS berhasil dihancurkan sepenuhnya.

Namun pada tanggal 7 Februari, beberapa hari sebelum ucapan Mattis, Mayor Jendral James Jarrard, komandan pasukan khusus A.S. di Suriah, mengatakan kepada media bahwa misi A.S. selanjutnya adalah untuk mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang dipimpin dan didominasi oleh milisi Kurdi Suriah (YPG) yang telah berperan sangat besar dalam perang melawan ISIS. SDF, bagaimanapun, memiliki musuh bebuyutan selain ISIS termasuk didalamnya Turki dengan sekutu pemberontak Suriah-nya, serta pemerintah Suriah dan sekutunya.


Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari yang sama, Letnan Jenderal Paul Funk, komandan pasukan A.S. di Suriah dan Irak, berjanji bahwa militer A.S. di kota Manbij, yang oleh milisi SDF berhasil direbut dari tangan ISIS pada Agustus 2016. Paul Funk secara jelas akan meakukan upaya pembelaan diri secara maksimal, apabila SDF anggota militer A.S. di Manbij di serang oleh siapapun termasuk jikalau Turki nekat menyerang Manbij. 

Laman: 1 2 3

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.