Connect with us

Analisis

Kegamangan A.S. Atas Invasi Turki Ke Afrin, Semakin Menunjukkan Pengkhianatan A.S. Kepada Milisi Kurdi

Published

on

Kegamangan A.S. Atas Invasi Turki Ke Afrin, Semakin Menunjukkan Pengkhianatan A.S. Kepada Milisi Kurdi
Sumber Gambar: civiroglu.net

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris telah melaporkan tewasnya warga sipil dalam invasi Turki ke wilayah yang dikuasai Kurdi Afrin, di Suriah utara. Turki telah menolak laporan tersebut sebagai “propaganda hitam,” dengan mengatakan bahwa hanya membunuh militan bersenjata dalam serangan udara. Pemerintah di Ankara menegaskan bahwa pihaknya hanya menargetkan “teroris”.

Logikanya, tuduhan Turki bahwa YPG adalah teroris sangat tidak berdasar dan secara historis tidak dapat dibuktikan sama sekali. Tentu saja secara ras, YPG memang memiliki hubungan dekat dengan PKK Kurdi, yang oleh Turki dan UE digolongkan sebagai organisasi teroris. Tapi YPG dan PKK bukanlah organisasi yang otomatis identik. Yang jelas, YPG secara historis tidak pernah menyerang Turki. Roket yang ditembakkan ke Turki selatan kemarin, sebagai tindakan pembalasan atas serangan militer Turki ke wilayah Afrin, Suriah yang menjadi salah satu kantong kekuatan milisi YPG.


Milisi Kurdi Yang Selalu Hanya Dimanfaatkan Oleh Pihak Lain

Selama 100 tahun terakhir, kaum Kurdi secara oportunis digunakan oleh orang lain dalam dunia politik. Bab terakhir dalam perlakuan konyol terakhir terhadap orang Kurdi ini adalah perang melawan ISIS dan ekstremis lainnya di Suriah. Suku Kurdi membuktikan diri mereka sebagai salah satu senjata paling efisien melawan milisi teroris.

Mereka mendapat dukungan dan senjata dari Amerika Serikat dan berperan penting dalam mencegah ISIS mendapatkan pijakan permanen di Suriah utara. Pertarungan 2014 atas Kobani dan melawan ISIS di Suriah utara tidak akan pernah bisa dimenangkan tanpa perjuangan mereka.

Di Irak juga, milisi Kurdi (Peshmerga) berhasil memberangus ISIS dan dengan demikian juga membantu menyelamatkan ribuan kaum Yazidi yang terpaksa harus melarikan diri dari kekejaman ISIS.

Memang, Kurdi yang menguasai Suriah utara bukanlah hal yang bagus dan dapat dibenarkan, karena secara tidak langsung mengggerus kedaulatan Suriah. Tapi faktanya, keberadaan mereka cukup efektif untuk membendung para pendukung ISIS untuk menemukan pijakannya kembali di Suriah Utara.

Laman: 1 2

Continue Reading
Advertisement
Comments

Trending