Connect with us
>Pengakuan Trump Tentang Yerusalem Sebagai Ibukota Israel, Adalah Manuver Yang Sangat BerbahayaDonald Trump telah mengakui bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel. Langkah ini merupakan sebuah langkah yang memperpanjang beberapa dekade kebijakan luar...thumbnail text

Peristiwa

Pengakuan Trump Tentang Yerusalem Sebagai Ibukota Israel, Adalah Manuver Yang Sangat Berbahaya

Published

on

Donald Trump telah mengakui bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel. Langkah ini merupakan sebuah langkah yang memperpanjang beberapa dekade kebijakan luar negeri A.S. yang berbahaya dan telah menyebabkan demonstrasi besar di seluruh wilayah – dari Gaza, ke Yordania, sampai ke Turki.

Terlepas dari peringatan keras dari negara-negara Arab, kelompok Muslim dan dunia Barat yang sebenarnya sekutu A.S., Trump tetap ngotot menginstruksikan Departemen Luar Negeri A.S. untuk memulai proses pengalihan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke kota suci Yerusalem tersebut.

“Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Trump. “Sementara presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal memerealisasikan secara nyata. Hari ini, saya berhasil merealisasikannya,” lanjut Trump.

Trump bertindak berdasarkan undang-undang tahun 1995 yang mewajibkan Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Pendahulunya, Bill Clinton, George W Bush dan Barack Obama, telah secara konsisten menunda keputusan tersebut untuk menghindari ketegangan baru di Timur Tengah.

Utusan Palestina untuk PBB mengatakan bahwa keputusan Trump adalah sebuah deklarasi perang terhadap seluruh kawasan di Timur Tengah dan semua muslim di seluruh dunia. Sementara itu, Paus Fransiskus meminta agar status quo Yerusalem dihormati, dengan mengatakan bahwa ketegangan baru akan mengobarkan konflik dunia lagi yang jauh lebih berbahaya.

China dan Rusia juga menyatakan keprihatinannya bahwa rencana tersebut dapat memperburuk permusuhan di Timur Tengah. Amerika Serikat tidak pernah menyetujui klaim kedaulatan Israel atas bagian Yerusalem dan bersikeras agar statusnya diselesaikan melalui perundingan Israel-Palestina.

Sumber: independent.co.uk

Continue Reading
Comments