Connect with us

Analisis

Siapa Yang Lebih Sombong, Sang Artis Atau Sang Ustadz?

Published

on

Siapa Yang Lebih Sombong, Sang Artis Atau Sang Ustadz

Konon sih ada dasar hukumnya (entahlah kesahihannya), namun saya tidak menguasai ilmu hukum tersebut sama sekali, sehingga nggak bakalan membahas dasar hukumnya. Yang saya akan soroti adalah sikap dan alasan yang mendasari sang Ustadz menyitir hal tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, ada kabar seorang artis yang memutuskan untuk melepaskan hijabnya. Akhirnya muncullah ucapan Ustadz terkenal tersebut untuk mengomentari hal tersebut. Akhirnya muncul ucapan bahwa “sombong terhadap orang yang sombong adalah sedekah”.

Alhamdulillah, istri dan kedua anak perempuan perempuan saya semuanya menggunakan hijab dengan cukup konsisten. Saya juga menyayangkan keputusan artis tersebut untuk melepas hijabnya, namun memilih untuk tidak ikut-ikutan menghujatnya, apalagi ditambahi dengan menjelekkan secara fisik dan lebih parah lagi menuduhnya murtad bahkan menuduhnya atheis.

Pesek, itu given sejak lahir yang tidak akan dapat dihindari. Kenapa hal kelemahan fisik sang artis ini dibahas oleh ustadz terkenal tersebut. Apakah ini pantas diucapkan oleh seorang ustadz papan atas di depan jamaahnya?  Apakah seperti ini yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah?

Kalau pernyataan dari artis bersangkutan atau lebih tepatnya mempertanyakan, bahwa Jepang begitu tertata rapi, menjunjung nilai moral yang tinggi walaupun tanpa agama, itu hal yang sangat biasa dan seharusnya menjadi instropeksi kita semua yang mengaku dari kalangan yang konon agamis. Itu sama sekali tidak bernada sombong menurut benak saya.

Itu hanyalah merefleksikan pertanyaan mengapa fenomena tersebut terjadi selepas dia mengamati fenomena tersebut. Kalau logikanya dibalik, seharusnya Indonesia yang mayoritas kaum agamis (apapun agamanya) lebih tertata rapi, lebih maju, lebih menjaga moral, etika, lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan ketimbang Jepang.

Jangankan Jepang, Singapura saja pernah saya kagumi ketika melihat kebersihan, ketertiban, lingkungan yang asri, serta etos kerja masyarakat mereka yang begitu luar biasa.  Singapura itu jelas tidak di dominasi oleh kaum beragama tertentu saja, seperti negara kita ini.

Balik lagi ke frasa sombong yang menjadi pilihan sang ustadz ketika mencoba meng-counter balasan pernyataan dari sang artis. Dalam tulisan instagram sang artis, saya tidak menemukan tanda-tanda bahwa dia menyombongkan diri.

Saya hanya menemukan kalimat yang mungkin membuat Sang Ustadz menganggapnya sebagai orang yang sombong “…. Kemudian saya bertanya, kalau hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, lalu kenapa kamu ingin mencari Tuhan dan ingin memiliki agama?”.

Laman: 1 2

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply