Connect with us
Seandainya Indonesia Punya Presiden Yang Bernyali Kayak Duterte Seandainya Indonesia Punya Presiden Yang Bernyali Kayak Duterte

Ide Bagus

Seandainya Indonesia Punya Presiden Yang Bernyali Kayak Duterte

Published

on

Duterte adalah salah satu contoh Presiden  yang bernyali, sangat tegas dan terukur. Ketika Duterte mencanangkan gerakan anti narkoba, siapapun yang terindikasi sebagai pengedar narkoba akan dihabisi, terserah apapun kata dunia.

Sekelas walikota sekalipun juga akan dihabisi oleh Duterte tanpa pandang bulu. Dalam masalah Marawi, Duterte berani mengambil sikap tegas dengan segala resikonya.

Seandainya Indonesia memiliki Presiden yang punya nyali sebesar Duterte, maka semua sikapnya akan bereaksi dengan cepat dan tidak akan terkesan klemar-klemer, serba ragu, dan agak terkesan jaga image untuk masa Pilpres ke depan. Duterte lebih berani mengambil resiko dan mengutamakan kepentingan Nasional ketimbang keselamatannya sendiri atau bahkan nama besar partai yang mengusungnya.

Duterte nampak sangar dan menurut sebagian pihak dianggap terlalu melanggar HAM. Namun bagi Duterte, kepentingan Nasional di matanya jauh lebih besar ketimbang kepentingannya sendiri, bahkan kepentingan karir politiknya sekalipun.

Sayangnya selepas Presiden Soekarno dan Soeharto, dan Gus Dur tidak ada satupun Presiden Indonesia yang benar-benar punya nyali seperti Duterte. Bahkan, Gus Dur yang secara fisik tidaklah lengkap, memiliki nyali yang luar biasa dan menurut saya lebih gede nyalinya ketimbang Duterte.

Pemimpin Indonesia yang serba peragu, serba lamban dan menurut saya agak lebih cenderung pencitraan ini akan membawa Indonesia sebagai bangsa yang tidak layak dihormati di mata dunia. Di dalam negeri sekalipun, pemimpinnya dijadikan bahan candaan, bully ataupun pe-ngenyek-an oleh orang-orang yang tidak menyukainya, itu dianggap sebagai hal yang sangat biasa.

Demo berjilid-jilid, berkepanjangan dan sekarang menjadi reuni dengan agenda yang entah apa maksudnya, menunjukkan betapa tidak berwibawanya pemerintahan saat ini. Hal itu terjadi karena ketiadaan nyali para pemimpin negeri ini dalam mengambil sikap dan resiko.

Pembiaran yang berkelanjutan ini akan dituai pahitnya oleh kita semua di kemudian hari. Pembiaran dan pengabaian yang hanya diselesaikan dengan jalan sekedar menghimbau dan seringkali berakhir dengan negosiasi, menunjukkan bahwa betapa kerdilnya nyali pemerintahan saat ini. Hal ini akan sama saja dengan membiarkan adanya bom waktu yang akan mudah meledak di masa yang akan datang.

Kalau tidak bernyali, serba telat dalam bereaksi dan tidak berani bersikap secara tegas, maka sebaiknya segera lempar handuk, dan lebih baik diserahkan saja kepada militer yang kemungkinan besar masih punya nyali. Kalau nggak punya nyali, ya jangan pernah berkeinginan jadi Presiden untuk memimpin negeri sebesar ini.

Halus dan lemah lembut seperti Harjuna itu sangat bagus, namun tidak memiliki keberanian untuk bertindak dengan segala resikonya itu nggak mirip sama sekali dengan perilaku Harjuna. Peragu, nggak bernyali dan serba telat dalam bertindak itu lebih mirip dengan Lesmana Mandrakumara, ketimbang Harjuna. Maksimal ya cuma sekelas Durmagati saja lah.

Continue Reading
Comments