Connect with us

Analisis

Oposisi Anti Assad Tercerai Berai, Apa Langkah Assad dan Putin Selanjutnya?

Published

on

Oposisi Anti Assad Tercerai Berai, Apa Langkah Assad dan Putin Selanjutnya

Awalnya, Suriah beberapa tahun yang lalu mengalami kehancuran yang nyaris tak mungkin terbangkitkan kembali. Sebagian besar dulu dikuasai oleh faksi-faksi bersenjata yang bersaing, baik domestik maupun asing.

Setengah dari populasi Suriah tersebut mengungsi, ratusan ribu telah meninggal dunia dan sebagian besar negara Barat menganggapnya sebagai pelaku tiran dan pelanggar hak asasi manusia. Tapi Presiden Suriah, Bashar Assad tampaknya selamat dari perang saudara tersebut dan kemungkinan besar akan memegang kekuasaan tertingginya di Suriah lagi di masa mendatang.

Suriah sedang mempersiapkan putaran kedelapan perundingan perdamaian yang disponsori PBB di Jenewa yang dimaksudkan untuk membentuk jalan maju menuju transisi politik untuk mengakhiri konflik. Kecuali ada kejutan yang berarti, maka jelas sudah tidak mungkin ada resolusi yang dinegosiasikan yang memungkinkan pelengseran Assad.

Salah satu alasannya adalah kekuatan militer. Pasukan Assad memiliki momentum di lapangan tahun lalu, didukung oleh kampanye udara Rusia dan para milisi luar baisa dari Iran dan Hizbullah. Pemerintahan Assad sekarang menguasai lebih dari 50 persen Suriah.

Memegang setengah wilayah negara biasanya tidak akan menjadi tanda yang optimis, tapi itu naik dari 19 persen dari awal tahun ini. Pasukan Assad menguasai empat kota terbesar Suriah, 10 dari 14 ibukota provinsi Suriah dan pantai Mediterania. Selain itu, tidak ada kekuatan di lapangan yang mampu lagi menggoyang kekuatan Assad pada tahap ini.

Dalam urusan diplomatik, pendukung utama oposisi, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, yang telah lama surut semangatnya dari  menuntut agar Assad lengser dari kekuasan. Sekarang mereka hanya mampu mendorong sebuah rencana untuk pemilu yang memungkinkan untuk membawa pemimpin baru, namun sangat mungkin Assad sulit untuk digeser, karena tahun lalu mayoritas rakyat Suriah mendukung Assad.

Sekutu Assad, Rusia sekarang mendominasi proses negosiasi, yang berarti hanya ada sedikit tekanan untuk menerima Pemilu yang memungkinkan pelenseran Assad. Solusi politik yang paling memungkinkan adalah memfasilitasi anggota oposisi ke dalam pemerintahan persatuan nasional di bawah kepemimpinan Assad.

Oposisi Assad praktis sudah berantakan. Perunding oposisi utama, Riyad Hijab, mengundurkan diri pada hari Senin lalu, dan hanya bisa mengeluh bahwa kekuatan asing telah membawa Suriah untuk “memperpanjang masa rezim Bashar Assad.” Riyadh Hijab meninggalkan jabatannya hanya dua hari sebelum oposisi bertemu di Arab Saudi untuk mengirim delegasi dalam negosiasi. Arab Saudi telah memberi isyarat kepada pihak oposisi bahwa tuntutan mereka harus seiring dengan kelangsungan hidup Assad.

Laman: 1 2 3

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply