Connect with us

Peristiwa & Opini

Korban Tewas Pembantaian di Masjid al-Rawda di Kota Bir al-Abed, Mencapai 305 Jiwa

Published

on

Korban Tewas Pembantaian di Masjid al-Rawda di Kota Bir al-Abed, Mencapai 305 JiwaMesir pada hari Sabtu mengatakan bahwa sebuah serangan terhadap sebuah masjid oleh militan di wilayah utara Sinai yang ramai telah...

Mesir pada hari Sabtu mengatakan bahwa sebuah serangan terhadap sebuah masjid oleh militan di wilayah utara Sinai yang ramai telah menewaskan 305 jama’ah, termasuk diantara yang tewas adalah 27 anak-anak, sebuah peningkatan dramatis dalam jumlah korban tewas yang diumumkan sebelumnya, yaitu 235 orang.

Sebuah pernyataan oleh jaksa penuntut negara, Nabil Sadeq, mengatakan bahwa serangan tersebut pada hari Jumat membuat 128 orang lainnya juga luka-luka.


Dikatakan bahwa penyerang, yang diperkirakan berusia antara 25 dan 30, tiba di masjid dekat kota kecil Bir al-Abedlima kendaraan SUV dan langsung menyebar menempatkan diri di pintu utama dan 12 jendela fasilitas tersebut sebelum melepaskan tembakan membabi-buta ke arah para jama’ah. Mereka juga membakar tujuh mobil yang diparkir di luar masjid, yang merupakan milik jama’ah sholat Jum’at di dalamnya.

Mengutip kesaksian yang diberikan kepada penyidik ​​oleh korban selamat, pernyataan tersebut mengatakan bahwa beberapa penyerang menggunakan topeng. Mereka tidak memiliki jenggot yang lebat ataupun berambut panjang. para militan memakai celana kamuflase ala militer dan mengenakan kaos hitam, tambahnya.

Pada hari Sabtu, pesawat tempur Mesir beraksi di atas Sinai, menurut militer, yang menargetkan beberapa kendaraan di mana beberapa pelaku serangan tersebut sedang melakukan pelarian. Semua penumpang kendaraan tersebut tewas, tambahnya. Tidak mungkin untuk memverifikasi secara independen klaim tersebut karena media asing hampir dilarang bekerja di Sinai.

Para korban yang berhasil meloloskan diri menjelaskan kejadian mengerikan selama sekitar 20 menit, dimana para militan membantai jama’ah sholat Jum’at. Seorang saksi mata, Ebid Salem Mansour, mengatakan bahwa imam  baru saja sampai di atas mimbar masjid untuk menyampaikan khotbah Jum’at saat tembakan keras tiba-tiba terdengar. “Kami tahu bahwa masjid tersebut diserang oleh (militan),” katanya, menceritakan sebuah serangan yang merupakan tonggak sejarah dalam perjuangan Mesir melawan militan brutal yang semakin berani.

Mansour, seorang pekerja berusia 38 tahun di sebuah pabrik garam di dekatnya, mengatakan bahwa dia tinggal di kota Bir al-Abed, kota kecil di dekat tempat serangan tersebut terjadi. Dia menderita dua luka tembak di kaki pada hari Jum’at kelabu tersebut.

“Semua orang bertiarap di lantai dan menundukkan kepala mereka. Jika Anda mengangkat kepala Anda, Anda akan langsung tertembak,” katanya. “Penembakan itu dilakukan dengan membabi-buta dan disertai oleh teriakan histeris. Siapapun mereka yang tidak diyakini sudah tewas atau masih bernapas langsung ditembak mati.”

Militan tersebut meneriakkan “Allahu Akbar”, dan anak-anak hanya mampu berteriak-teriak ketakutan, kata Mansour.

“Saya tahu saya terluka tapi dalam situasi yang jauh lebih menakutkan daripada cedera, saya hanya beberapa detik dari kematian,” katanya. Saat penembakan berlangsung, banyak jama’ah yang hanya mampu membacakan doa terakhir mereka, tambahnya.

Serangan hari Jum’at menargetkan sebuah masjid yang sering dikunjungi oleh kelompok Sufi. Militan Islam yangberafiliasi dengan ISIS, menganggap kaum sufi telah melakukan bidah, karena interpretasi iman mereka yang dianggap kurang kaffah.

Sumber: CBS News

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement