Connect with us
Ketika Sahabat Bersembunyi Dibalik Kesibukan, Maka Dia Bukanlah Sahabat Terbaik Ketika Sahabat Bersembunyi Dibalik Kesibukan, Maka Dia Bukanlah Sahabat Terbaik

Fiksi

Ketika Sahabat Bersembunyi Dibalik Kesibukan, Maka Dia Bukanlah Sahabat Terbaik

Published

on

Sahabat itu memang sejatinya tidak harus bertemu muka setiap hari. Kesibukan sahabat kita juga harus kita pahami dan kita mengerti dengan tulus.

Namun, jika kita lebih banyak bersembunyi di balik kesibukan kita untuk menghindari meluangkan waktu sejenak untuk menjalin tali silaturahmi dengan sahabat, maka kita harus mulai menilik ke dalam lubuk hati kita sendiri apakah kita ini termasuk sahabat yang baik bagi dia atau tidak.

Memang tidak dapat dihindari bahwa kesibukan akan menyita waktu. Apalagi buat sahabat, bahkan buat keluarga juga sangat mungkin tidak memiliki waktu sama sekali.

Tapi kalau kesibukan kita itu benar-benar melupakan sekedar “say hello” pada sahabat kita entah melalui SMS, WA, atau telepon, maka sungguh luar biasa nilai persahabatan kita. Luar biasa ini saya nilai dari sisi kekonyolan dan kenegatifannya. Persahabatan yang luar biasa konyol dan tidak pantas disebut sebagai persahabatan.

Saya dengan almarhum sahabat saya, setidaknya meluangkan waktu untuk saling menyapa walau sesibuk apapun. Terkadang, HP tengah malam berdering karena ada SMS masuk dari sahabat saya. Karena, sahabat saya ini bukan tipe sahabat yang hobi menggunakan media sosial seperti WA ataupun sejenisnya.

Kadang SMS yang masuk hanya sekedar “say hello”, bercerita mulai dari masalah yang remeh-temeh, sampai dengan masalah yang sangat berat bagi saya. Demikian juga saya, seringkali mengirim SMS ke almarhum sahabat saya walau seringkali sebenarnya cuma sekedar “say hello”, menanyakan kabarnya, atau bahkan pernah sampai masalah kirim SMS mau ngutang ketika dompet saya sedang tipis pun pernah saya lakukan.

Laman: 1 2

Continue Reading
Comments