Connect with us

Berita

Bahkan Afiliasi Al-Qaeda Pun Mengutuk Serangan Teror Ke Masjid Al-Rawda

mm

Published

on

Bahkan Afiliasi Al-Qaeda Pun Mengutuk Serangan Teror Ke Masjid Al-Rawda

Adalah tidak biasa bagi kelompok Islam militan untuk mengutuk serangan teror terhadap “orang yang tidak beriman,” tapi sangat aneh adalah serangan Jum’at lalu di Mesir bahwa beberapa kelompok ekstremis mengancam balas dendam terhadap pelakunya.

Meskipun belum ada yang mengklaim serangan tersebut, lokasi dan metodanya mengarah ke “the Islamic State in Northern Sinai (ISNS)”, sebuah kelompok yang telah terbukti dengan kejam, brutal namun tangguh dalam menghadapi usaha militer Mesir untuk menghancurkan kelompok pendukung ISIS ini, dalam empat tahun terakhir. .


Lebih dari 300 orang terbunuh – di antaranya hampir 30 anak – saat mereka menghadiri sholat di masjid al-Rawda di dekat kota Sinai Bir al-Abed. Masjid tersebut dikaitkan dengan tradisi Sufi di dalam Islam, yang dianggap sebagai murtad oleh kelompok ISIS dan oleh beberapa kelompok dari Al Qaeda.

ISNS adalah afiliasi ISIS dan kelompok jihad paling kuat di Mesir – tapi bukan satu-satunya. Faksi militan yang lebih kecil dan berafiliasi ke al-Qaeda dengan cepat menjauhkan diri dari serangan masjid.

Jund al-Islam, yang dianggap pro-al-Qaeda, menyatakan bahwa itu adalah “dosa besar dan pelanggaran berat karena melanggar kesucian umat Islam.” Kelompok ini mengklaim telah melakukan serangan bulan lalu terhadap ISNS, yang dianggapnya sebagai “Khawarij” – sebuah istilah dari abad ke-8 yang digunakan untuk menggambarkan mereka yang menentang pemimpin dan institusi Islam yang sebenarnya.

Kelompok militan lain – Ansar al-Islam – menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban pembantaian tersebut dan mengatakan bahwa Tuhan berjanji untuk membantai siapapun yang membunuh seorang Muslim secara tidak adil. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu, ia berjanji untuk membalas dendam terhadap “pelanggar yang menumpahkan darah para jama’ah sholat jum’at di Baitullah.”

Ansar al-Islam terorganisir dengan baik dan dianggap lebih selaras dengan al Qaeda ketimbang ISIS. Kelompok ini pernah mengklaim bertanggung jawab atas penyergapan pasukan Mesir yang menghancurkan brigade pasukan Mesir tersebut di gurun barat bulan lalu.

Kelompok ini dipimpin oleh Hisham Ashmawy, seorang mantan kapten di pasukan khusus Mesir. Ashmawy termasuk dalam kelompok di Sinai yang awalnya menjadi simpatisan ISIS lebih awal ketimbang ISNS. Hisham sebelumnya dikenal sebagai anggota dari Ansar Beit al-Maqdis, namun tampaknya memilih untuk meninggalkan kelompok tersebut setelah memutuskan untuk berafiliasi ke ISIS.

Kecaman atas serangan ISNS oleh afiliasi al-Qaeda ini menunjukkan bukti adanya permusuhan yang semakin meluas dan mendalam antara afiliasi ISIS dan kelompok afiliasi al-Qaeda.

Sumber: CNN

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement