Terimakasih Sobat, Semalem Engkau Menengokku Lagi

Dalam mimpi semalem, engkau kembali menengokku seperti beberapa kali waktu sebelumnya. Penampilanmu gagah sekali dalam mimpiku tadi malam. Sudah tidak
….Read More

Fiksi

Terimakasih Sobat, Semalem Engkau Menengokku Lagi

Dalam mimpi semalem, engkau kembali menengokku seperti beberapa kali waktu sebelumnya. Penampilanmu gagah sekali dalam mimpiku tadi malam. Sudah tidak lagi bertelekan tongkat sebagaimana dulu lagi.

Engkau datang di rumah mungil baruku yang jauh lebih kecil ketimbang rumahku yang saat ini saya huni. Padahal, seumur-umur belum pernah sekalipun engkau menyambangi rumahku.


Kita banyak ngobrol ngalor-ngidul di depan teras mungil rumah kecil baruku.  Bukan sekelas resto Hyatt sebagaimana dahulu kala. Hanya ditemani secangkir teh kurang manis yang dihidangkan oleh istri tercinta. Kita bercengkerama kembali seperti dulu pada dengan hanya dua kursi untuk kita berdua yang terpisahkan oleh meja bulat kecil ditengah-tengah kita untuk menaruh dua cangkir teh kita tanpa ditemani makanan kecil sedikitpun.

Read More:   Minggu-Minggu Ini Saya Sangat Lega dan Bahkan Cenderung Merasa Lebih Bebas

Engkau nampaknya baru sekali ini menyambangi mulai kost-kostan, kontrakan ataupun rumahku. Rumah baru kami yang mungil, kami tempati sekeluarga, namun tidak berasa terlalu sesak untuk kami tempati berlima.

Read More:   Jeda Itu Sangat Berbeda Dengan Titik, Namun Tidak Kalah Dalam Kekuatan Maknanya

Engkau justru lebih banyak bercerita, sementara saya lebih banyak sebagai pendengar setia. Engkau bercerita panjang lebar mengenai perjuanganmu di masa lalu, dan anehnya engkau terlalu banyak membahas kekecewaanmu pada beberapa satpam yang menjaga rumahmu, serta sopir yang selalu mengantarmu dimana engkau ingin pergi.

Bagi saya pribadi, semoga saja ini merupakan pertanda baik bahwa rumah kami ini segera terjual, sehingga kami dapat membeli rumah mungil sebagaimana yang ada dalam mimpiku menjelang fajar tadi. Cuma terlalu aneh ketika engkau banyak bercerita tentang kekecewaan mu masalah satpam-satpam dan sopir-sopirmu. Kayaknya nggak ada hubungannya sama sekali dengan harapan kami dalam memiliki rumah baru yang lebih mungil.

Read More:   Pasca Stroke, Yang Paling Menyedihkan Adalah Tidak Mampu Bermain Musik Lagi

Namanya juga cuma mimpi, kata kakek saya itu hanyalah bunga tidur semata. Namun, walaupun cuma dalam mimpi, kunjunganmu sungguh membuat menjelang fajar tadi menjadi terasa jauh lebih hangat serta membahagiakan bagi saya.

Sumber Gambar: yourquote.in

Copyright © Jejaring

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top