Selepas Tewasnya Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute, Mahmud Ahmad Diburu Militer Pilipina

Pasukan Filipina pada hari Selasa mengatakan bahwa mereka memburu seorang dosen asal Malaysia yang menjadi pemimpin ISIS berikutnya di Asia
….Read More

Peristiwa

Selepas Tewasnya Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute, Mahmud Ahmad Diburu Militer Pilipina

Pasukan Filipina pada hari Selasa mengatakan bahwa mereka memburu seorang dosen asal Malaysia yang menjadi pemimpin ISIS berikutnya di Asia Tenggara setelah dua komandan regional paling senior kelompok teror pro ISIS terbunuh dalam pertempuran di Marawi.

Emir ISIS di Asia Tenggara, Isnilon Hapilon, dan Omarkhayam Maute, pemimpin kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS ditembak mati pada hari Senin pagi dalam operasi penggerebekan yang dilakukan oleh pasukan khusus Filipina di selatan kota Marawi yang terkepung.


Angkatan Darat berada dalam tahap akhir untuk membebaskan kota Marawi di provinsi Mindanao setelah diserang oleh teroris yang terkait dengan Isil pada tanggal 23 Mei, menyebabkan 360.000 orang melarikan diri.

Read More:   Sedikitnya 8 Korban Tewas Dalam Serangan Teror di New York

Presiden Rodrigo Duterte menyatakan Marawi telah dibebaskan pada hari Selasa, meskipun militer mengatakan masih terdapat sisa sekitar 20-30 kelompok teror pro ISIS yang menyandera sekitar 20 sandera dan masih melakukan perrlawanan.

Read More:   Nasib Pulau Reklamasi Di Tangan Anies - Sandi

Dalam sebuah pidato yang disambut meriah oleh tentara Pilipina, Duterte mengatakan bahwa dia tidak akan pernah lagi membiarkan militan mengumpulkan banyak senjata. Kata Duterte, Marawi sekarang bebas dan sekarang saatnya untuk menyembuhkan luka dan membangun kembali.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa Kota Marawi dibebaskan dari pengaruh teroris, yang menandai dimulainya rehabilitasi,” Duterte, mengenakan topi kamuflase dan kacamata hitam, mengatakan dalam kunjungannya tanpa pemberitahuan.

Read More:   Kapal Perang Rusia Kembali Menggempur ISIS di Palmyra

Dorongan semangat untuk menghabisi sisa-sisa para pemimpin teroris tidak lama setelah muncul informasi bahwa Mahmud Ahmad, 39 tahun, penyandang dan pencari dana asal Malaysia sekaligus perekrut anggota kelompok pro ISIS di Pilipina, dimungkinkan telah mengambil alih kendali komando atas kelompok teror tersebut.

Copyright © Jejaring

Halaman: 1 2

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top