Erdogan Marah Besar Kepada Amerika Serikat, Dan Menyebutnya Sebagai Negara Yang Tidak Beradab

Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia tidak dapat menggambarkan A.S. sebagai negara beradab setelah Washington mengeluarkan surat
….Read More

Erdogan Marah Besar Kepada Amerika Serikat, Dan Menyebutnya Sebagai Negara Yang Tidak BeradabRecep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia tidak dapat menggambarkan A.S. sebagai negara beradab setelah Washington mengeluarkan surat...thumbnail text
Peristiwa

Erdogan Marah Besar Kepada Amerika Serikat, Dan Menyebutnya Sebagai Negara Yang Tidak Beradab

Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia tidak dapat menggambarkan A.S. sebagai negara beradab setelah Washington mengeluarkan surat perintah penahanan secara in absentia untuk 13 pengawalnya dalam sebuah perkelahian di luar kedutaan selama kunjungannya ke negara tersebut pada bulan Mei.

“Jika surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk negara saya, saya minta maaf, tapi saya tidak bisa mengatakan bahwa negara itu beradab,” kata Erdogan di Forum Peradaban di Universitas Ibn Haldun di Istanbul.


Selama kunjungan Erdogan ke A.S. Pada bulan Mei, pendukung organisasi PKK, yang secara resmi diakui oleh A.S., memicu huru-hara di luar kedutaan besar Turki di Washington, D.C. Setelah kejadian tersebut, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kegagalan oleh Pihak berwenang A.S. untuk secara efektif melakukan tindakan pencegahan adalah penyebab utama kejadian tersebut.

Read More:   Perlawanan Al Jazeera Terhadap Salah Satu Tuntutan Koalisi Pimpian Saudi, Agar Al Jazeera Diberangus

Pada tanggal 16 Mei, bentrokan pertama dilaporkan terjadi di kedutaan Turki ketika pendukung kelompok PKK tersebut melemparkan botol air ke warga Turki, memicu bentrokan 10 sampai 15 pengawal Erdogan di tengah jalan. Hanya dua petugas polisi yang diinterogasi dalam pertarungan tersebut dan jelas bahwa polisi belum siap.

Read More:   Rusia Akan Membalas Atas Penembakan Pesawat Tempur Suriah Oleh Koalisi

Kemudian, ketika Erdogan tiba di gedung kedutaan, para pemrotes melanjutkan penghinaan serius mereka, meneriakkan slogan-slogan dan melemparkan lebih banyak botol. Kepala detail keamanan presiden masuk, diikuti oleh warga Turki yang berada di sana untuk menemui presiden mereka. Baru setelah keamanan diinterogasi, kelompok yang memprotes bisa bubar.

Dalam sambutannya, Erdogan juga mengkritik Kebijakan Presiden Donald Trump mengenai Muslim, mengatakan bahwa Turki tidak pernah menutup pintunya terhadap orang-orang yang berpikiran berbeda.

“Muslim di Amerika menghadapi masalah di negara ini,” katanya.

Read More:   A.S. Menggertak Korea Utara Dengan Menerbangkan Jet-Jet Tempur Tercanggihnya di Semenanjung Korea

Administrasi Trump ditata akhir bulan lalu, tapi baru setelah pelarangan masuknya warga Sudan ke Amerika.

Perintah baru semasa pemerintahan Trump adalah pelarangan warga Chad, Iran, Libya, Korea Utara, Somalia, Venezuela dan Yaman untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.

Larangan tersebut ditetapkan untuk diberlakukan dalam beberapa jam saat A.S. Hakim Distrik Derrick Watson mengatakan bahwa keputusannya bahwa perintah eksekutif terbaru Trump “merupakan penyakit yang sama persis dengan pendahulunya”.

Sumber: Daily Sabah, Haber Turk TV

Copyright © Jejaring

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top