Connect with us

Fiksi

Alhamdulillah, Migrasi Downgrade VPS Ke Vultr $10 Sukses, Desain Ulang Player Juga Oke

Published

on

Alhamdulillah, Migrasi Downgrade VPS Ke Vultr $10 Sukses, Desain Ulang Player Juga Oke

Alhamdulillah, setelah semenjak pagi sekitar jam 7 an tadi diselingi beberapa kali istirahat dan juga rolasan, pindahan Downgrade VPS ke seharga $10 perbulan kelar dilakukan. Lancar jaya dan nyaris tanpa kendala berarti.

Selain itu, downgrade player dari kelas enterprise yang harganya selangit sebulannya sudah kelar juga saya lakukan. Sekarang, player sudah 100% open source, dan kinerjanya cukup kuat dan tidak kalah jauh dengan yang berbayar sangat mahal sebagaimana sebelumnya. Setidaknya, penghematan biaya akan dapat ditekan dalam bulan-bulan mendatang.


Keuntungan lainnya, IARN yaitu tidak jadi saya habisi, karena setelah menghilangnya salah satu sponsor, berarti ada space yang cukup untuk melakukan docking kembali IARN ke situs ini. Kanal riset situs ini dapat hidup kembali, dan semoga saja semakin berkibar dan menjadi salah satu amalan ibadah saya yang baik dimasa-masa yang akan datang.

Selanjutnya, tingggal bagaimana saya harus melakukan monetisasi yang optimal untuk situs ini. Kehilangan salah satu sponsor memang awalnya cukup disesali, namun sebagai gantinya saya dapat melakukan pemangkasan biaya yang setidaknya nyaris seimbang dengan kehilangan dana dari salah satu sponsor.

Sebagai tambahan ganti lainnya, saya sangat bersyukur karena associate Amazon sudah disetujui dan berjalan cukup lumayan sebagaimana yang saya inginkan. Walaupun baru menangguk beberapa dollar di akun Payoneer saya dalam seminggu ini, namun growth lumayan menjanjikan.

Untuk kedepannya, saya akan sangat selektif dalam menerima siapapun yang tertarik dengan sponsorship ataupun bentuk kerjasama apapun di situs ini. Saya akan lebih memilih menjual space dalam cukup bermain dalam bentuk iklan premium, iklan banner, associate marketing, adsense, native ads dan bermain dengan afiliasi saja.

Perhitungannya sangat jelas, aturan mainnyapun sangat clear. Nggak ada batasan rasa enak atau tidak enak kepada kolega ataupun teman. Ini selayaknya bisnis murni, dan saya jauh merasa aman dan nyaman dengan cara main seperti ini.

Continue Reading
Advertisement
Comments

Fiksi

Subuh Ini Miauw Salah Satu Kucing Kesayangan, Juga Ikut Mati Sebagaimana Po Induknya

Published

on

By

Miauw salah satu kucing kesayangan juga mati subuh tadi
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Miauw atau kalau saya sering memanggilnya Kuntet Njekluthet, salah satu kucing kesayangan ikut mati sebagaimana Po si Anggora Putih yang cantik dan anggun yang mati beberapa hari yang lalu. Keduanya mati tepat menjelang waktu sholat subuh.

Nama Miauw adalah nama yang diberikan oleh Mytha, sementara saya memanggilnya Kuntet Njlekuthet karena waktu dia masih kecil sering meloloskan diri dari kandang induknya dan nimbrung tiba-tiba ketika kami sedang ngobrol di ruang keluarga. Saya sebut Kuntet karena tubuhnya yang paling kecil diantara saudaranya.


Miauw wajahnya lucu, matanya sayu, dan kalau sedang diajak bercanda oleh Satya si bungsu, aktif dan lucunya luar biasa. Miauw adalah kucing termuda dan tubuhnya terkecil diantara semua kucing kesayangan kami.

Selamat jalan Miauw atau Kuntet Njlekuthet. Semoga kamu bisa menemani Po, dan tetap bersama indukmu. Miauw kami sangat kehilangan atas kematianmu subuh tadi.

Continue Reading

Fiksi

Mengenang Po Salah Satu Kucing Kesayangan Keluarga Kami

Published

on

By

Po Salah Satu Kucing Kesayangan Mati Subuh Tadi
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Po adalah salah satu kucing kesayangan keluarga kami. Po sifatnya sangat manja kepada kami sekeluarga. Walaupun terkadang terkesan galak dan garang kepada kucing lainnya, sebenarnya Po memiliki sifat asli yang sangat sayang kepada anak-anaknya.

Po suaranya cenderung lirih nyaris tak terdengar ketika mengeong. Untuk itu, kadang Po memukul-mukul tempat minumnya ketika sedang ingin menarik perhatian kami.


Terkadang hal ini membuat saya lumayan bete, namun ketika menatap wajah cantiknya yang polos, ke-bete-an saya luruh seketika. Paling saya hanya ngomel-ngomel sembari menurunkan tempat minumnya dari kandang.

Po sakit dan mulai tidak mau makan sejak kemarin. Hari ini sebenarnya kami rencanakan untuk dibawa ke dokter hewan, namun sayangnya subuh tadi Po tidak tertolong lagi.

Sejak siang kemarin, Po dipisahkan ke kandang sendiri dan dihangatkan menggunakan lampu. Malam harinya dimasukkan ke ruang keluarga dan sudah dicoba di suapi makanan dan minuman oleh Mytha dengan menggunakan pipet kecil.

Semalam Mytha pun tidur di samping kandang Po untuk mengawasi perkembangan kondisi kesehatan Po. Nampaknya Po lebih memilih lebih cepat meninggalkan kami sekeluarga, sebelum kami upayakan untuk penanganan kesehatannya yang lebih representatif ke dokter hewan siang ini.

Saya kaget ketika mau mengambil air wudhu untuk subuhan, mendengar suara Po yang merintih agak keras dan mendengar isak tangis Mytha. Ternyata itu adalah suara Po yang terakhir kalinya dan sekaligus tarikan nafas terakhir Po.

Wudhu saya tunda sekejab untuk menengok kondisi Po. Ternyata Po nampak kejang,  ada dipelukan Mytha dengan diselimuti handuk kecil, dan Mytha pun nampak terisak-isak tidak dapat menahan haru.

Saya tanpa sadar pun menitikkan air mata. Segera saya bergegas mengambil air wudhu untuk subuhan sembari menyembunyikan bahwa sayapun ikut menangisi kepergian Po kucing kesayangan kami sekeluarga. Tanpa sadar, saat sholat subuh tadi air mata saya pun mengalir lagi. Untung saya subuhan di dalam kamar sehingga nggak ada yang tahu.

Selamat jalan Po, si Anggora putih nan anggun dan cantik. Po, kamu adalah salah satu kucing kesayangan kami sekeluarga dan sudah menjadi bagian dari keluarga kami.

Continue Reading

Fiksi

Mencoba Menikmati Hidup dan Menurunkan Rekening Dosa Sampai Saat-Saat Terakhir

Published

on

By

Mencoba Menikmati Hidup dan Menurunkan Rekening Dosa Sampai Saat-Saat Terakhir
Sumber Gambar: Youtube.com

Saat ini, saya berusaha untuk menikmati hidup dan menurunkan rekening dosa sampai saat-saat terakhir. Masalah kapan saat terakhir tersebut tiba, hanya Allah yang tahu.

Dengan kondisi kesehatan yang mudah berantakan dan karir serta impian yang nyaris tenggelam secara keseluruhan, saya berusaha mengoptimalkan kesempatan yang diberikan oleh Nya untuk hal-hal yang menyenangkan bagi saya. Selain itu, saya berusaha untuk selalu curhat sekaligus memohon ampunan kepada Nya agar setidaknya beban rekening dosa saya dikurangi.


Impian apapun tentang dunia, saya berusaha keras untuk mengabaikan secara keseluruhan. Saya mencoba untuk mengalir mengikuti arus dimana Dia mengarahkan saya harus kemana dan bermuara dimana.

Sisa hidup ini akan saya nikmati sampai saatnya nanti tiba. Hobi mancing mulai saya aktifkan lagi. Kalau tidak bisa di Laut, Sungai ataupun Danau (Wild Fishing), dikolam harian pun sangat saya syukuri.

Continue Reading

Trending