Connect with us

Peristiwa & Opini

Saddil Ramdani Diganjar Kartu Merah, Padahal Baru Main Beberapa Detik

mm

Published

on

Saddil Ramdani Diganjar Kartu Merah, Padahal Baru Main Beberapa DetikPenyakit lama Timnas kambuh kembali. Penyakit itu adalah ketidakmampuan menahan emosi. Penyakit yang seolah turun-menurun, dan menjadi salah satu kelemahan...

Penyakit lama Timnas kambuh kembali. Penyakit itu adalah ketidakmampuan menahan emosi. Penyakit yang seolah turun-menurun, dan menjadi salah satu kelemahan utama Timnas Sepakbola kita pada semua tataran.

Padahal, sebenarnya dalam pertandingan pertama, Indonesia mampu merepotkan Thailand dan nyaris mendominasi dan memiliki peluang yang jauh pebih banyak ketimbang Timnas U-18 Thailand. Hanya kecemerlangan sang kiper timnas U-18 Thailand yang membuat gawangnya masih perawan.


Beberapa detik selepas Saddil Ramadani menggantikan Feby Eka Putra yang terpaksa ditarik ke luar lapangan karena nampak kurang fit. Saddil terprovokasi oleh permainan kasar Wudtichai yang sangat nampak dengan dilakukan dengan sengaja. Justru pada saat peluit jeda turun minum sudah ditiup oleh wasit.

Wudtichai dalam rekaman nampak mendengkul dengan kasar punggung Saddil. Karena tidak terima, Saddil lalu melakukan sikutan tepat di depan wasit yang mengatur jeda minum. Lagi-lagi emosi yang tidak terkendali, berbuah kartu merah.

Pada jeda turun minum, Saddil sebenarnya sempat masuk ke ruang ganti, namun dipanggil kembali oleh wasit dan diganjar kartu merah. Sayangnya  Wudtichai

Inilah permainan di lapangan, emosi adalah bagian dari permainan. Ketika punggawa tim dari manapun tidak mampu mengendalikan emosinya, maka itu adalah awal dari bencana dan kekalahan.

Pada babak kedua, sebenarnya Timnas U-18 bermain sangat apik. Walaupun hanya dengan 10 pemain, namun permainan menyerang Timnas U-18 Garuda Nusantara mampu memaksa barisan belakang Timnas Thailand kocar-kacir. Ada beberapa peluang yang harusnya menjadi gol, namun lagi-lagi permainan cemerlang penjaga gawang Timnas U-18 Thailand mampu membendungnya.

Babak adu penalti pun lagi-lagi kecemerlangan penjaga gawang Timnas U-18 Thailand mampu memaksa pasukan Garuda Nusantara bertekuk lutut, Dengan skor tipis 3-2.

Kekalahan dalam adu pinalti adalah kekalahan yang cukup terhormat. Setidaknya dalam dua babak pertandingan, pasukan Garuda Nusantara menunjukkan permainan yang indah dan berkelas. Permainan yang mampu menbuat barisan pertahanan Timnas U-18 Thailand kocar-kacir, walaupun bermain hanya dengan sepuluh pemain.

Bravo pasukan Garuda Nusantara. Kalian semua masih sangat muda, dan merupakan bibit-bibit terbaik bagi Timnas senior ke depan. Tetaplah belajar dan mengasah kemampuan dan jangan pernah lupa untuk belajar melakukan pengendalian diri dan emosi. Tidak perlu menyalahkan siapapun, pemain lawan ataupun wasit.

Sumber Video: liputan6.com

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement