Connect with us

Analisis

Apa Yang Terjadi Sebenarnya Dengan Minoritas Muslim Rohingya di Myanmar?

Published

on

Apa Yang Terjadi Sebenarnya Dengan Minoritas Muslim Rohingya di Myanmar?Rohingya adalah orang-orang yang berasal dari negara bagian Rakhine bagian barat Myanmar. Mereka kebanyakan Muslim. Meskipun sebenarnya mereka berstatus pribumi...

Rohingya adalah orang-orang yang berasal dari negara bagian Rakhine bagian barat Myanmar. Mereka kebanyakan Muslim. Meskipun sebenarnya mereka berstatus pribumi asli, namun pemerintah Burma menolak untuk mengakui identitas mereka sebagai suku asli Rohingya, bahkan melabeli mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Efeknya hak-hak mereka di dalam negeri Burma diberangus total dan teramat sangat kejam.

Kehidupan Muslim Rohingya di Burma penuh rintangan dan lekat dengan penganiayaan, terutama pada status kewarganegaraan mereka. Situasi mereka memburuk dengan cepat setelah kejadian pada 9 Oktober 2016, ketika sembilan petugas polisi Birma dibunuh oleh milisi bersenjata. Kasus ini kemudian meluas dan menjadi pembenaran bagi aparat pemerintah untuk mempersekusi minoritas Rohingya tanpa belas kasihan sedikitpun.


Namun, tanggapan terhadap pembunuhan seca sengaja oleh para petugas polisi dan militer Burma yang telah dilaporkan melakukan kekerasan, yang menyebabkan serangan tanpa pandang bulu yang sistematis dan meluas terhadap warga Muslim Rohingya, tidak pernah mendapatkan tanggapan yang memadai oleh pemerintah Myanmar. Peristiwa pada bulan Oktober 2016 mem Burma diawasi dengan sangat ketat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada tanggal 3 Februari 2017, Misi OHCHR melakukan misi kemanusiaan dan penyelidikan ke Bangladesh, serta merilis sebuah laporan berdasarkan wawancara dengan etnis minoritas Rohingya yang melarikan diri dari Birma sejak peristiwa 9 Oktober 2016. Laporan tersebut menunjukkan bukti bahwa lebih dari 66.000 orang Rohingya telah meninggalkan Burma ke Bangladesh sejak 9 Oktober 2016. Misi OHCHR di Bangladesh berhasil mewawancarai 240 orang yang menginformasikan bahwa aparat kepolisian dan militer pemerintah Myanmar telah terbukti melakukan kekejaman berikut ini:

Eksekusi di luar hukum atau pembunuhan lainnya, termasuk penagkapan secara acak; penghilangan paksa dan penahanan sewenang-wenang; pemerkosaan, termasuk pemerkosaan secara berkelompok, dan bentuk kekerasan seksual lainnya; serangan fisik termasuk pemukulan; penyiksaan, perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia; penjarahan dan pendudukan properti; penghancuran harta; dan diskriminasi etnis dan agama dan penganiayaan.

Misi OHCHR ke Bangladesh mengemukakan kekhawatirannya bahwa kekejaman yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya adalah ‘penganiayaan terhadap kelompok etnis dan agama tertentu.’ Laporan tersebut selanjutnya mengindikasikan bahwa pada tanggal 20 Januari 2017, lebih dari 22.000 orang Rohingya tinggal di luar negeri di Burma. Laporan tersebut menyarankan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan atau bahkan dapat dikatakan sebagai upaya pembersihan etnis sedang berlangsung di Myanmar.

Sumber: BBC Newsnight, Forbes

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply