Connect with us

Peristiwa

Aleppo Mulai Dibangun Kembali dan Kehidupan Warga Mulai Berjalan Normal

Published

on

Aleppo Mulai Dibangun Kembali dan Kehidupan Warga Mulai Berjalan NormalAleppo masih berjuang di bawah derita lebih dari enam tahun perang sipil. Tapi penduduk mulai menampakkan kerja kerasnya dan mulai...

TV STREAMING

Aleppo masih berjuang di bawah derita lebih dari enam tahun perang sipil. Tapi penduduk mulai menampakkan kerja kerasnya dan mulai membangun kembali kehidupan di kota Aleppo yang terdampak oleh perang saudara yang paling parah.

“Aleppo ada di mataku,” kata sebuah papan reklame yang menggambarkan Presiden Bashar Assad seolah menerawang keluar pada alun-alun Saadallah al-Jabiri – yang pernah menjadi garis depan salah satu episode paling mematikan dalam perang saudara Suriah.

Perebutan kembali Aleppo Timur pada bulan Desember 2016 merupakan kemenangan penting bagi pasukan Assad dalam konflik tersebut, yang sekarang berada di tahun ketujuh, namun masih meninggalkan jejak jejak puing reruntuhan akibat perang saudara yang sangat dahsyat di Aleppo Timur.

Delapan bulan lalu, lingkungan di bekas sektor yang dikuasai oleh pemberontak masih terlihat seperti kota-kota hantu. Jarang sekali terlihat ada warga yang berani duduk di kursi plastik putih di luar reruntuhan.

Kehidupan di Aleppo secara perlahan kembali normal. Jalan-jalan yang dulunya sepi dimana semuanya nyaris tertutp debu, mulai menampakkan tanda-tanda kehidupannya kembali

Rami Abdurrahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan ribuan orang telah kembali ke rumah mereka di Aleppo – yang merupakan kota terbesar di Suriah – dari kamp-kamp pengungsi.

Meskipun lingkungan yang dikendalikan oleh pemerintah Suriah 9Aleppo Barat) tidak terlihat kehancuran dan hilangnya nyawa dalam skala yang parah jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di Aleppo Timur, lingkungan yang tampaknya masih relatif sepi di Aleppo Barat juga masih terlihat gamabra menanggung akibat dari bekas luka konflik perang saudara yang paling parah di Suriah.

Lantai tiga sebuah sekolah di Aleppo barat daya masih tidak memiliki kaca setelah jendela hancur ketika sebuah rudal mendarat di sebuah kelas pada bulan November 2016. Dua siswa terbunuh di kelas, dan empat meninggal di sebuah taman bermain di bawah jendela.

Kepala sekolah, Nakhlya Deri mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa dalam sebuah kunjungan yang diatur oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Deri menjelaskan bagaimana saat ini, sekolah mulai berangsur-angsur beroperasi secara normal kembali.

“Setelah serangan itu, kami tutup. Keesokan harinya, kami membersihkan puing-puing, dan pada hari ketiga kami mulai bekerja,” kata Deri.

Meskipun pengepungan Aleppo berakhir delapan bulan yang lalu, layanan kota sepenuhnya memulihkan pasokan listrik baru benar-benar normal pada satu minggu yang lalu, kata Gubernur provinsi Hamied Kenno.

Sebagian besar pembangkit listrik di kota itu berada di Aleppo timur, yang dikuasai oleh pemberontak pada tahun 2012 dan mengalami kerusakan parah selama pertempuran untuk merebut kembali Aleppo Timur. Selama berminggu-minggu setelah pertempuran berakhir, listrik terputus di seluruh kota, bahkan termasuk di lingkungan pemerintahan.

Sumber: Al Jazeera, Associated Press

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement