Sobat, Terimakasih Atas Saranmu Malam Tadi, Namun Untuk Kali Ini Saya Tidak Menurutimu

Tengah malam tadi, Njenengan datang menyambangiku dalam mimpi dan dengan wajah sedikit murung dan dengan serius mengingatkanku agar tidak terlalu
….Read More

Fiksi & Diary

Sobat, Terimakasih Atas Saranmu Malam Tadi, Namun Untuk Kali Ini Saya Tidak Menurutimu

Tengah malam tadi, Njenengan datang menyambangiku dalam mimpi dan dengan wajah sedikit murung dan dengan serius mengingatkanku agar tidak terlalu memforsir diri untuk membangunkan biduk kecil bagi keluarga saya. Tiba-tba Njenengan mengajak saya untuk mengingat kembali saaat Njenengan berkata agar saya lebih memperhatikan kesehatan saya, dan meminta saya untuk melepaskan beban tugas yang Njenengan berikan kepada Saya dengan pesan sebagai berikut:

“Jika Njenengan (panggilan Sahabat saya ini kepada saya, ketika sedang berdua)  merasa sudah tidak mampu lagi membawakan tugas dan amanah yang saya berikan, maka lepaskan saja. Yang Penting Njenengan jaga kesehatan, agar kita dapat meyaksikan keberhasilan impian-impian kita. Masalah bagaimana penerus saya berhasil atau tidak membawa misi dan mimpi saya, biarkan saja waktu dan nasib mereka yang akan menjawabnya.”


Ya sekilas pesan Njenengan secara logika akan membuat saya tenang, dan membuat saya ingin sejenak berhenti beristirahat sebentar untuk tidak memforsir diri membangunkan biduk kecil bagi keluarga saya. Namun sekitar jam 3 malam kemarin, saya kemudian terbangun dan termangu, sembari berfikir ulang. Logika Njenengan dalam hal ini sangat tepat dalam beberapa hal, namun dalam pandangan saya tidak tepat jikalau harus diterapkan bagi kelangsungan keluarga saya.

More:   Harus Sadar Kesehatan Sejak Dini

Sobat, kapal besar yang Njenengan bangun pun dapat dengan santai Njenegan ikhlaskan karam, jikalau penerus Njenengan tidak mampu menahkodai dengan benar. Namun, bagi kami sekeluarga sangat lain ceritanya.

More:   Pesawat Koalisi Pimpinan AS Menghujani Raqqa Dengan Bom Pospor Putih

Jikalau kapal besar yang Njenengan bangun akhirnya harus karam, namun pada hakekatnya keluarga yang Njenengan tinggalkan akan tetap aman-aman saja, karena ketiga putra dan putri Njenengan sudah relatif menjadi orang yang cukup mampu melewati badai kehidupan di kemudian hari. Njenengan sudah memberikan bekal pertahanan diri yang lebih dari cukup bagi keluarga yang Njenengan tinggalkan.

Bahkan dalam penilaian saya, bekal harta benda pun tidak akan habis dalam tujuh turunan jikalau mereka menggunakannya sewajarnya sebagaimana kehidupan kelas menengah berjalan. Dalam sisi pendidikan pun, ketiga putra-putri Njenegan sudah matang, dan tinggal memetik buahnya.

More:   Menyiakan Sahabat

Sebaliknya di keluarga saya, jikalau mereka saya tinggal tiba-tiba dan tidak saya siapkan biduk kecil untuk mengarungi lautan kehidupan, jelas kemungkinan besar mereka akan sangat mengalami kesulitan menghadapi gelombang kehidupan yang sangat mungkin tidak terlalu bersahabat bagi mereka. Ketiga anak saya masih relatif hijau dalam mengarungi lautan kehidupan, dan saya pun tidak meninggalkan mereka bekal yang memadai walaupun sekedar untuk bertahan hidup.

Halaman: 1 2

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 ​
loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER MINGGU INI

To Top