Korut Akan Meluncurkan 4 Rudal Balistiknya Ke Perairan Guam

Korea Utara telah mengumumkan sebuah rencana terperinci untuk meluncurkan rudal balistik ke wilayah Guam A.S. di Guam, sebuah pusat militer
….Read More

Fakta & Peristiwa

Korut Akan Meluncurkan 4 Rudal Balistiknya Ke Perairan Guam

Korea Utara telah mengumumkan sebuah rencana terperinci untuk meluncurkan rudal balistik ke wilayah Guam A.S. di Guam, sebuah pusat militer utama dan pangkalan bagi pesawat-pesawat pembom Amerika Serikat. Jika dilakukan, ini akan menjadi peluncuran rudal paling provokatif dari Korea Utara sampai dengan saat ini.

Pengumuman tersebut pada hari Kamis memperingatkan bahwa Korut sedang menyelesaikan sebuah rencana untuk menembakkan empat misil Hwasong-12 melalui perairan Jepang untuk mencapai pulau Guam, yang menampung 7.000 personil militer Amerika Serikat dan merupakan dua basis utama militer Amerika di Asia Pasifik pada pulau yang berpenduduk sekitar 160.000 orang.


Jepang dan Korea Selatan bersumpah akan melalkukan reaksi yang kuat jika Korea Utara merealisasikan rencana tersebut.

Dikatakan rencana tersebut, yang melibatkan rudal yang menyerang wilayah perairan sekitar 30 sampai 40 kilometer (19 sampai 25 mil) dari pulau tersebut. Rencana ini tinggal menunggu persetujuan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un.

Tidak jelas apakah – atau tepatnya mengapa – Korea Utara akan mengambil risiko menembakkan rudal yang dekat dengan wilayah perairan Amerika Serikat. Peluncuran semacam itu hampir pasti akan memaksa Amerika Serikat untuk mencoba melakukan pencegatan dan mungkin menghasilkan eskalasi lebih lanjut yang lebih tajam.

More:   Strategi Menembus Publikasi Internasional

Korea Utara, tidak asing lagi menggertak, sering menggunakan retorika yang sangat mempesona dengan peringatan tindakan militer untuk menjaga lawannya tetap di tumit mereka. Ini umumnya menyembunyikan ancamannya dengan bahasa yang menyatakan bahwa hal itu tidak akan menyerang Amerika Serikat kecuali jika telah diserang terlebih dahulu atau telah menentukan serangan akan segera terjadi.

Namun pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah ancaman dari kedua belah pihak.

Menyusul laporan bahwa intelijen A.S. yang mengatakan bahwa Korea Utara mungkin bisa memasangkan hulu ledak nuklir dengan sebuah rudal yang mampu mencapai target di daratan Amerika Serikat, Presiden Donald Trump memperingatkan Korea Utara bahwa “ia akan menghadapi aksi pembalasan penuh kemarahan yang belum pernah terjadi di dunia sebelumnya.”

Pyongyang, sementara itu, lebih keras dalam keluhannya terhadap sebuah babak baru dan sulit dari sanksi yang diberlakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan dukungan kuat dari A.S., dan penggunaan Guam oleh Washington sebagai landasan pacu untuk pembom silumannya, yang dapat digunakan untuk menyerang Korea Utara. Korea sewaktu-waktu.

More:   10 Struktur Amazing Yang Dibangun Di Bawah Air

Rencana yang dilaporkan sangat spesifik, menunjukkan bahwa ini merupakan rencana peluncuran yang bukans ekedar gertakan belaka.

Laporan tersebut mengatakan bahwa roket Hwasong-12 akan terbang di sekitar prefektur Shimane, Hiroshima dan Koichi di Jepang dan melakukan perjalanan “1.065 detik sebelum mencapai perairan 30 sampai 40 kilometer dari Guam.” Dikatakan bahwa Pasukan Strategis Angkatan Darat Korea akan menyelesaikan rencana tersebut dengan Pertengahan Agustus, tinggal menunggu persetujuan dari Kim Jong Un.

Langkah seperti itu tidak hanya sekedar peluncuran uji coba, tapi demonstrasi kemampuan militer yang dengan mudah dapat menyebabkan konsekuensi eskalasi konflik yang jauh lebih parah.

Militer Korea Selatan menanggapi dengan mengatakan bahwa Korea Utara akan menghadapi sikap yang “tegas dan kuat” dari Washington dan Seoul. Mengambil langkah lebih jauh, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan kepada parlemen bahwa serangan rudal ke wilayah A.S. akan menjadi keadaan darurat nasional Jepang karena akan mengancam eksistensi Jepang sebagai sebuah negara.

More:   Kameraman Abai Terhadap Kameranya Ketimbang Keselamatan Bocah

Jika Korea Utara benar-benar melaksanakannya – bahkan jika ditujukan untuk sekedar mencapai perairan di lepas pantai Guam dan bukan pulau itu sendiri – yang jelas akan menimbulkan ancaman potensial ke wilayah A.S. dan menempatkan Amerika Serikat dalam situasi yang jauh lebih rumit daripada yang dimilikinya. Selama peluncuran rudal sebelumnya.

Guam terletak sekitar 2.100 mil (3.400 kilometer) dari Semenanjung Korea, dan sangat tidak mungkin pemerintah Kim akan mengambil risiko pemusnahan dengan serangan pre-emptive terhadap warga A.S. Ini juga tidak jelas seberapa dapat diandalkan rudal Korea Utara terhadap sasaran yang jauh, tapi tidak ada yang menghilangkan bahaya sepenuhnya.

Washington telah menguji pertahanan rudalnya sebagai tanggapan terhadap pembangunan instalasi rudal balistik Korea Utara dan meningkatnya ketegangan saat ini dapat menyebabkan tekanan bagi militer A.S. untuk mencoba menembak jatuh rudal Korea Utara sebelum mencapai wilayah perairan Guam.

Sumber: The Associated Press

 

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 ​
loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER MINGGU INI

To Top