Connect with us

Ide Bagus

Inilah 7 Sayuran Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Published

on

Inilah 7 Sayuran Terbaik Bagi Penderita Diabetes1. Asparagus Asparagus adalah makanan favorit bagi banyak orang. Tapi Anda benar-benar akan menyukai sayuran nonstarkia dengan hanya 5 gram...

1. Asparagus

Asparagus adalah makanan favorit bagi banyak orang. Tapi Anda benar-benar akan menyukai sayuran nonstarkia dengan hanya 5 gram karbohidrat, 20 kalori, dan hampir 2 gram serat makanan per porsi. Ini sangat tinggi pada antioksidan yang disebut glutathione, yang memainkan peran kunci dalam mengurangi efek penuaan dan banyak penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

2. Brokoli

Sayuran nonstaras ini membuat hampir setiap daftar makanan super, dan mudah untuk melihat mengapa. Sebagai permulaan, ia memiliki lebih banyak vitamin C per 100 gram daripada jeruk, ditambah kandungan beta karotennya yang tinggi, yang digunakan tubuh untuk membuat vitamin A. Vitamin A ini memiliki keunggulan sehat, gigi, tulang, dan kulit. Ini juga kaya akan folat dan serat, semuanya dengan sedikit kalori dan karbohidrat.


Brokoli adalah anggota keluarga sayuran cruciferous, yang mencakup sayuran lainnya seperti kubis Brussel, kol, kembang kol, dan bok choy. Apa yang membuat kelas sayuran ini unik adalah tingginya kadar senyawa yang mengandung belerang yang dikenal sebagai glukosinolat. Mungkin lebih dikenal dengan efek antikanker potensial mereka, senyawa ini juga memiliki peran dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan kematian terkait jantung.

3. Wortel

Dimasak atau mentah, wortel merupakan tambahan yang sehat untuk setiap rencana makan. Sementara wortel yang dimasak memiliki tekstur sayuran bertepung yang kaya, seperti kentang, keduanya diklasifikasikan sebagai sayuran nonstokstur karena tidak mengandung banyak karbohidrat. Satu cangkir wortel mentah memiliki sekitar 5 gram karbohidrat, seperti yang dimasak 1/2 cangkir.

4. Kale

kale mungkin jarang kita dengar sebagai bahan sayuran. Kale sebenarnya termasuk dalam satu keluarga dengan kubis, kailan, bungkul, dan brokoli, akan tetapi sayuran berdaun hijau keriting ini memiliki karakterisitik tersendiri.Tak heran jika popularitas sayuran hijau nabati hijau ini semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir: sangat lezat, bergizi tinggi, dan bahan serbaguna di dapur. Kale adalah salah satu sayuran berdaun hijau yang dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Orang yang makan sayuran berdaun hijau paling banyak 14 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena diabetes daripada mereka yang mengkonsumsi paling sedikit.

Kale mengandung dua pigmen, lutein dan zeaxanthin, yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Kedua pigmen ini tampaknya mengeluarkan radikal bebas sebelum bisa membahayakan jaringan sensitif mata. Mereka juga tampak protektif terhadap katarak.

5. bawang merah

Bawang terutama yang merah. Mereka tidak hanya menambahkan warna yang besar pada salad, burger, dan sandwich, tapi juga memberi nilai daya antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sepupunya yang berwarna kuning dan putih. Bawang juga merupakan sumber serat, potassium, dan folat yang baik – semuanya baik untuk kesehatan jantung. Kandungan flavonoid bawang yang tinggi juga menempatkan mereka di peta untuk penelitian kanker dan kardiovaskular serta penyakit kronis lainnya, seperti asma.

6. Bayam

Bayam bagus untukmu. Anda mungkin sudah tahu bahwa itu sarat dengan vitamin dan mineral. Sebuah porsi 1 cangkir dari bayam mentah atau 1/2 cangkir yang dimasak menyediakan lebih dari 50 persen nilai harian untuk folat dan vitamin C. Pada saat yang sama, porsi sayuran nonstaras ini sangat rendah kalori (7) dan karbohidrat ( 1 gram). Sebuah ½ cangkir yang dimasak menyajikan hanya 22 kalori dan 4 gram karbohidrat.

7. Paprika Merah

Paprika merah sebenarnya adalah satu keluarga dari paprika hijau yang dibiarkan matang di pohon anggur lagi. Mereka sarat dengan nutrisi, termasuk antioksidan vitamin C dan beta karoten. Seperti buah dan sayuran merah lainnya, paprika merah memberikan dosis lycopene yang sehat. Vitamin A dan C, bersama dengan lycopene, mempromosikan kesehatan yang baik dan mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Sumber: Diabetes Zone

Continue Reading
Advertisement
Comments

Ide Bagus

Tali Pramuka (Tali Kur) Pun Bisa Disulap Menjadi tas-Tas Cantik Jika Kita Kreatif

Published

on

By

Tali Pramuka (Tali Kur) Pun Bisa Disulap Menjadi tas-Tas Cantik Jika Kita Kreatif
omjoni.com

Kerajinan tas tali kur ini sebenarnya terkenal atau populer di seluruh dengan nama Macrame. Nah, di Indonesia sendiri umum dipanggil dengan nama tali kur. Macrame dipercaya berasal dari penenun Arab pada abad ke-13 yang mana saat itu mereka membuat simpul dari benang-benang. Simpul tersebut dirangkai hingga ke tepi kain sambil menggerakkan tangan hingga membentuk anyaman yang dekoratif menjadi syal, kerudung, dan handuk.

Kata macrame sendiri berasal dari bahasa Arab yakni migramah (مقرمة), yang bermakna handuk bergaris-garis, selubung bersulam, atau hias pinggiran. Menurut beberapa sumber, setelah Moorish ditaklukkan, seni macrame ini kemudian dibawa ke Spanyol dan menyebar ke seantero Eropa. Lalu, diperkenalkan ke Inggris pada masa Maria II of England di akhir abad ke-17.


Kerajinan ini menyebar dengan cepat dengan perantara para pelaut yang ternyata mengerjakan kerajinan tali kur ini saat berlayar lalu kemudian diperjualbelikan di daerah tempat mereka mendarat. Sebab inilah kemudian seni tali kur ini bisa menyebar hingga ke tanah Cina dan belahan dunia lainnya.

Akhir-akhir ini kesenian macrame (tali kur) berupa kalung, gelang kaki, dan gelang tangan menjadi bentuk yang paling populer digunakan di Indonesia. Tidak hanya itu, tali kur juga diaplikasikan menjadi bermacam-macam barang yang diinginkan oleh masyarakat tanah air.

Sebagai contoh tas macrame (kadang disebut tas rajut sebab motifnya yang mirip dengan tas rajutan), dompet, gelang, ikat pinggang, bahkan menjadi sepatu serta sandal juga mengadopsi kesenian macrame ini. Walaupun tidak disebut seni macrame (karena tidak populernya macrame itu sendiri di Indonesia) tapi jika dilihat dari proses pengerjaannya kerajinan ini bisa digolongkan kesenian macrame. Perbedaannya hanya pada bahan yang digunakan, motif, serta hasil akhir kreasinya.

Sumber: antaranews.com, tekoneko.net

Continue Reading

Ide Bagus

Seandainya Indonesia Punya Presiden Yang Bernyali Kayak Duterte

Published

on

By

Seandainya Indonesia Punya Presiden Yang Bernyali Kayak Duterte

Duterte adalah salah satu contoh Presiden  yang bernyali, sangat tegas dan terukur. Ketika Duterte mencanangkan gerakan anti narkoba, siapapun yang terindikasi sebagai pengedar narkoba akan dihabisi, terserah apapun kata dunia.

Sekelas walikota sekalipun juga akan dihabisi oleh Duterte tanpa pandang bulu. Dalam masalah Marawi, Duterte berani mengambil sikap tegas dengan segala resikonya.


Seandainya Indonesia memiliki Presiden yang punya nyali sebesar Duterte, maka semua sikapnya akan bereaksi dengan cepat dan tidak akan terkesan klemar-klemer, serba ragu, dan agak terkesan jaga image untuk masa Pilpres ke depan. Duterte lebih berani mengambil resiko dan mengutamakan kepentingan Nasional ketimbang keselamatannya sendiri atau bahkan nama besar partai yang mengusungnya.

Duterte nampak sangar dan menurut sebagian pihak dianggap terlalu melanggar HAM. Namun bagi Duterte, kepentingan Nasional di matanya jauh lebih besar ketimbang kepentingannya sendiri, bahkan kepentingan karir politiknya sekalipun.

Sayangnya selepas Presiden Soekarno dan Soeharto, dan Gus Dur tidak ada satupun Presiden Indonesia yang benar-benar punya nyali seperti Duterte. Bahkan, Gus Dur yang secara fisik tidaklah lengkap, memiliki nyali yang luar biasa dan menurut saya lebih gede nyalinya ketimbang Duterte.

Pemimpin Indonesia yang serba peragu, serba lamban dan menurut saya agak lebih cenderung pencitraan ini akan membawa Indonesia sebagai bangsa yang tidak layak dihormati di mata dunia. Di dalam negeri sekalipun, pemimpinnya dijadikan bahan candaan, bully ataupun pe-ngenyek-an oleh orang-orang yang tidak menyukainya, itu dianggap sebagai hal yang sangat biasa.

Demo berjilid-jilid, berkepanjangan dan sekarang menjadi reuni dengan agenda yang entah apa maksudnya, menunjukkan betapa tidak berwibawanya pemerintahan saat ini. Hal itu terjadi karena ketiadaan nyali para pemimpin negeri ini dalam mengambil sikap dan resiko.

Pembiaran yang berkelanjutan ini akan dituai pahitnya oleh kita semua di kemudian hari. Pembiaran dan pengabaian yang hanya diselesaikan dengan jalan sekedar menghimbau dan seringkali berakhir dengan negosiasi, menunjukkan bahwa betapa kerdilnya nyali pemerintahan saat ini. Hal ini akan sama saja dengan membiarkan adanya bom waktu yang akan mudah meledak di masa yang akan datang.

Kalau tidak bernyali, serba telat dalam bereaksi dan tidak berani bersikap secara tegas, maka sebaiknya segera lempar handuk, dan lebih baik diserahkan saja kepada militer yang kemungkinan besar masih punya nyali. Kalau nggak punya nyali, ya jangan pernah berkeinginan jadi Presiden untuk memimpin negeri sebesar ini.

Halus dan lemah lembut seperti Harjuna itu sangat bagus, namun tidak memiliki keberanian untuk bertindak dengan segala resikonya itu nggak mirip sama sekali dengan perilaku Harjuna. Peragu, nggak bernyali dan serba telat dalam bertindak itu lebih mirip dengan Lesmana Mandrakumara, ketimbang Harjuna. Maksimal ya cuma sekelas Durmagati saja lah.

Continue Reading

Ide Bagus

Inilah Sosok Sebenarnya Dibalik Semua Jamuan Makan Presiden Jokowi

Published

on

By

Inilah Sosok Sebenarnya Dibalik Semua Jamuan Makan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi cukup berhasil dalam mengelola semua kondisi dan keadaan dengan diplomasi meja makan. Jadi, kalau ada negosiasi, penghargaan ataupun termasuk upaya untuk meredam gesekan, Presiden Jokowi cukup piawai memainkan diplomasi dengan pendekatan jamuan meja makan.

Namun ada sosok penting yang memiliki peran utama dibalik semua jamuan meja makan dari Presiden Jokowi.  Dia adalah Ka.Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden dan sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bagian Jamuan, Darmastuti Nugroho. Pegawal Setneg dengan golongan IV/c ini menjadi penanggungjawab kesuksesan jamuna meja makan Presiden Jokowi.


Diplomasi di tengah situasi politik yang memanas belakangan ini diawali pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, diikuti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan terakhir Ketua Umum Golkar Setya Novanto pada sore tadi.

Presiden Jokowi tidak menjamu tamunya itu dengan menu yang sama. Pada saat menjamu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tadi pagi, Presiden Joko Widodo menghidangkan Mie Aceh. Siang tadi, saat dikunjungi Ketua Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy, keduanya melahap Coto Makassar. Kenapa bisa berbeda?

“Itu berdasarkan pesanan Presiden Joko Widodo,” ujar Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden dan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Jamuan Darmastuti Nugroho kepada Tempo.

Continue Reading

Trending