Perlawanan Al Jazeera Terhadap Salah Satu Tuntutan Koalisi Pimpian Saudi, Agar Al Jazeera Diberangus

Alasan reaksi Al Jazeera adalah karena daftar 13 poin dari Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir mencakup permintaan yang aneh:
….Read More

>Perlawanan Al Jazeera Terhadap Salah Satu Tuntutan Koalisi Pimpian Saudi, Agar Al Jazeera DiberangusAlasan reaksi Al Jazeera adalah karena daftar 13 poin dari Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir mencakup permintaan yang aneh:...thumbnail text
Fakta & Peristiwa

Perlawanan Al Jazeera Terhadap Salah Satu Tuntutan Koalisi Pimpian Saudi, Agar Al Jazeera Diberangus

Alasan reaksi Al Jazeera adalah karena daftar 13 poin dari Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir mencakup permintaan yang aneh: Untuk mematikan Al Jazeera dan media lainnya yang berafiliasi. Ini menimbulkan reaksi kuat dari media global dengan The New York Times, The Guardian, Reporters Without Borders, Human Rights Watch dan Komite untuk Melindungi Wartawan yang mengecam upaya untuk menekan Qatar untuk menutup jaringan.

More:   Aleppo Mulai Dibangun Kembali dan Kehidupan Warga Mulai Berjalan Normal

Copyright © Jejaring | Lugas & Independen

Permintaan untuk menutup Al Jazeera sangat aneh karena negara-negara yang dipimpin oleh Arab Saudi pada awalnya menyatakan bahwa mereka melakukannya karena tuduhan pendanaan kelompok teroris Qatar. Jika terorisme adalah semua yang mereka khawatirkan, mengapa menutup fitur organisasi media dalam daftar tuntutan untuk memastikan kerjasama di wilayah ini?


Mari kembali ke jajak sejarah Musim Semi Arab yang dimulai pada tahun 2011. Al Jazeera saat itu, dalam pelaporannya, menjadi suara orang-orang di jalanan, harapan dan impian mereka. Ini memberi suara pada yang tak mampu bersuara di media. Kami tidak hanya berpegang pada versi negara dari peristiwa yang kami percaya bahwa negara-negara di kawasan ini merasa terancam oleh, “kata Giles Trendle, managing director Al Jazeera Inggris melalui sebuah wawancara lewat telepon.

More:   Pence Menyatakan Bahwa Rusia Mendestabilisasi Balkan Barat

Stasiun televisi yang didanai oleh pemerintah Qatar ini termasuk dalam kategori media yang memiliki independensi editorial yang kuat. Wajar jika kemudian memenangkan hati jutaan pemirsa karena laporannya yang gratis, mudah diakses dan relatif sangat minim iklan. Pertannyaanya, mengapa hal ini justru mengundang reaksi keras dari pemerintah Arab cs, yang menuduh Al Jazeera secara spesifik mendukung kelompok Radikal Islam?

More:   Status Gunung Agung Awas, 6 ribu Lebih pengungsi Padati Gor Swecapura

Sumber: AJ+

Copyright © Jejaring

 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER MINGGU INI

To Top