Connect with us

Wisata & Budaya

Inilah Sebagian Dari Orang-Orang Yang Berjasa Dalam Merawat Candi Prambanan

Published

on

Inilah Sebagian Dari Orang-Orang Yang Berjasa Dalam Merawat Candi PrambananBerjibaku demi merawat keindahan & kelestarian Candi Prambanan Untuk merawat dan membersihkannya, tidaklah mudah dan bahkan cenderung agak berbahaya, karena...

Berjibaku demi merawat keindahan & kelestarian Candi Prambanan

Untuk merawat dan membersihkannya, tidaklah mudah dan bahkan cenderung agak berbahaya, karena harus memanjat sampai ke puncak candi yang ketinggiannya mencapai 47 meter. Hanya orang-orang yang pemberani dan terbiasalah yang merani melakukan pekerjaan berbahaya ini.

Debu dan terutama lumut harus disapu bersih dari permukaaan candi agar tidak merusak bangunan candi Hindu nan indah dan megah ini. Tim yang berjibaku membersihkan candi indah ini harus memanjat dengan peralatan seadanya, walaupun sebagian sudah menggunakan harnes, tetap saja pekerjaan ini sangatlah berbahaya.


Sekilas Tentang Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Pemugaran Candi Prambanan memakan waktu yang sangat panjang, seakan tak pernah selesai. Penemuan kembali reruntuhan bangunan yang terbesar, yaitu Candi Syiwa, dilaporkan oleh C.A. Lons pada tahun 1733. Upaya penggalian dan pencatatan pertama dilaksanakan di bawah pengawasan Groneman. Penggalian diselesaikan pada tahun 1885, meliputi pembersihan semak belukar dan pengelompokan batu-batu reruntuhan candi.

Pada tahun 1902, upaya tersebut dilanjutkan kembali oleh van Erp. Pengelompokan dan identifikasi batu-batu reruntuhan dilaksanakan secara lebih rinci. Pada tahun 1918, pemugaran terhadap Candi Prambanan dilanjutkan kembali di bawah pengawasan Dinas Purbakala (Oudheidkundige Dienst) yang dipimpin oleh P.J. Perquin. Melalui upaya ini, sebagian dari reruntuhan Candi Syiwa dapat direkonstruksi kembali.
Pada tahun 1926, dibentuk sebuah panitia pemugaran di bawah pimpinan De Haan untuk melanjutkan upaya yang telah dilaksanakan Perquin. Di bawah pengawasan panitia ini, selain pembangunan kembali Candi Syiwa semakin disempurnakan hasilnya, dimulai juga persiapan pembangunan Candi Apit.

Pada tahun 1931, De Haan meninggal dan digantikan oleh V.R. van Romondt. Pada tahun 1932, pemugaran kedua Candi Apit berhasil dirampungkan. Pemugaran terpaksa dihentikan pada tahun 1942, ketika Jepang mengambil alih pemerintahan di Indonesia. Setelah melalui proses panjang dan tersendat-sendat akibat perang dan peralihan pemerintahan, pada tahun 1953 pemugaran Candi Syiwa dan dua Candi Apit dinyatakan selesai. Sampai saat ini, pemugaran Candi Prambanan masih terus dilaksanakan secara bertahap.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Sumber: Liputan6, candi.perpusnas.go.id, djogjatravel.com

Continue Reading
Advertisement
Comments

Wisata & Budaya

Uniknya Kampung Wisata Gurami, Desa Seduri Blitar

Published

on

By

Uniknya Kampung Wisata Gurami, Desa Seduri Blitar
http://www.imgrum.org/tag/WisataGuramiSeduri

Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu sentra budidaya gurami di Jawa Timur. Bahkan, gurami yang dibudidayakan di Wonodadi memiliki sejumlah keistimewaan.

“Ikan gurami dari Blitar dikenal memiliki tekstur daging yang lebih halus. Rasanya pun lebih nikmat karena tidak berbau tanah,” terang Imam Nawawi, salah satu pembudidaya gurami asal Desa Seduri, Senin (20/2/2017).


Tak heran, Wonodadi menjadi salah satu jujugan belajar bagi para pembudidaya gurami dari daerah lain.

“Kami sering dikunjungi tamu luar daerah yang ingin belajar tentang seluk beluk budidaya gurami. Ya kami jelaskan semuanya, mulai A sampai Z tentang budidaya gurami yang kami laksanakan,” tambah Nawawi.

Dari banyaknya kunjungan itulah, Imam Nawawi pun memiliki gagasan untuk mengembangkan usahanya. Wisata Kampung Gurami pun dicetuskannya bersama beberapa orang pembudidaya gurami di Desa Seduri.

“Niatan kami sebenarnya tidak terlalu muluk. Kami ingin lebih memasyarakatkan ikan gurami agar menjadi makanan favorit masyarakat. Melalui Wisata Kampung Gurami, kami berharap dapat menginspirasi masyarakat agar menjadi pembudidaya gurami yang berhasil,” papar Nawawi.

Sumber: Kediritv.com, jatimtimes.com

Continue Reading

Wisata & Budaya

Kearifan Lokal Masyarakat Garut

Published

on

By

Kearifan Lokal Masyarakat Garut

Jika Bandung terkenal dengan Paris Van Java, maka Garut mempunyai julukan yang tidak kalah, yaitu Swiss Van Java. Keindahan gunung, alam, danau dan dodolnya, menjadikan Garut sebagai ‘Swiss’ dari Jawa.

Meskipun belum setenar perkebunan teh di Bogor namun Perkebunan Teh Dayeuh Manggung di Garut layak untuk dikunjungi sebagai destinasi pelepas penat dan juga cuci mata. Pasalnya seperti kebun teh lainnya, Dayeuh Manggung juga berupa hamparan hijau tanaman teh yang menyejukkan mata saat dipandang.


Domba Garut merupakan jenis domba yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh banyak peternak karena domba Garut merupakan komoditas yang menguntungkan sebagai sumber makanan hewani selain kulitnya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tekstil. Untuk memelihara domba Garut dengan baik, berikut ini adalah cara ternak yang bisa peternak lakukan.

Tidak hanya terkenal di Indonesia saja namun kerajinan jaket berbahan kulit domba asli ini juga sudah mulai dikenal oleh masyarakat manca negara. Hal ini tidak terlepas dari peran produsen jaket trendi ini yang mana mengutamakan kualitas jaket.

Oleh karena itulah, maklum jika harga yang dibandrol untuk satu produk jaket berkualitas ini bisa mencapai jutaan rupiah. Walaupun harganya bisa dibilang tidak terjangkau tetapi banyak sekali keunggulan yang memang dimiliki oleh jaket dari kulit asli ini.

Olahan daging domba Grut sungguh nikmat di lidah. Salah satu yang paling terkenal adalah sate domba Garut (Dombrut) wajib dicicipi jika berlibur atau melintasi kabupaten yang sejuk ini. Beberapa warung dan rumah makan menawarkan sate domba Garut asli.

Sumber: Halal Living – Jelajahi Kearifan Lokal di Garut, Swiss Van Java, Indonesia Morning Show NET & travel.detik.com

Continue Reading

Wisata & Budaya

Kelakuan Bejat Sekelompok Anak Muda di Taman Safari

Published

on

By

Kelakuan Bejat Sekelompok Anak Muda di Taman Safari

Benar-benar nggak habis pikir. Ini sekelompok anak muda ini hati dan perasaannya terbuat dari apa. Hebatnya video pencekokan miras ke hewan-hewan di Taman Safari pun diunggah dengan bangga ke akun Instagram mereka.

Benar-benar perilaku sekelompok anak muda yang sangat tidak pantas, kejam, memprihatinkan dan sangat memalukan.


Nampak dalam video tersebut sekelompok anak muda ini begitu kegirangan dan nampak tidak ada perasaan bersalah sekali ketika berhasil mencekoki hewan-hewan di Taman Safari dengan miras yang mereka bawa.

Sesekali mereka mencekik leher botol dan menanggak miras tersebut, sembari mencekoki hewan-hewan Taman Safari dengan miras yang mereka bawa.

Yang paling menyedihkan adalah ketika justru si cewek nampak terkekeh-kekeh kegirangan, ikut tertawa lebar dan bersenang-senang dengan penderitaan hewan-hewan tersebut.

Aparat harus segera bertindak dan memberi pelajaran yang pantas bagi anak-anak muda tersebut. Perilaku seperti ini harus dihentikan dan dicegah sedini mungkin.

Sumber Video: Detik.com; Sumber Gambar: Tribunnews.com

Continue Reading

Trending