Connect with us

Edukasi

Ternyata Tamim Pardede Bukanlah Civitas Maupun Profesor LIPI

Published

on

Ternyata Tamim Pardede Bukanlah Civitas Akademika Maupun Profesor LIPI

Pada tanggal 28 Pebruari 2017, LIPI secara resmi merilis pernyataan bahwa Tamim pardede bukan lah Profesor riset LIPI. Bahkan belum pernah terdaftar sebagai Civitas Akademika yang berasal dari LIPI. Dibawah ini penggalan dari pernyataan resmi LIPI:

Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia LIPI, Dr. Heru Santoso menegaskan, “Sekali lagi, setelah kami melakukan kroscek data kepegawaian, nama Tamim Pardede bukanlah sivitas LIPI dan tidak mendapatkan gelar profesor riset dari LIPI”. Oleh karena itu, pihak LIPI akan melakukan langkah-langkah sesuai prosedur untuk meluruskan pencatutan nama ini.

Dalam pengakuannya yang sering diunggahnya di akun Youtubenya, Tamim Pardede sering menyatakan bahwa dirinya adalah ahli biokimia molecular.

Yang menggegerkan adalah Tamim Pardede yang sangat sering menghina Presiden Jokowi dan juga Kapolri ini menjadi pujaan sebagian kelompok garis keras, dan sangat sering mengumbar ancaman kepada pemerintah dan Polri.

Kasus yang sangat menghebohkan adalah pembelaanya terhadap Bambang Tri sang penulis buku Jokowi Undercover yang sarat fitnah kepada Presiden Jokowi.

Akhirnya Tamim Pardede ini dicokok polisi karena ujaran kebencian yang diunggah melalui akun Youtube-nya. Nyaris semua ujaran melalui video-video yang diunggahnya laris manis tanjung kimpul. Banyak ditonton dan kalau ditelusur komentar-komentarnya, nyaris semuanya patut diduga berasal dari kalangan yang sama, yaitu pemujanya.

Apakah Tamim Pardede benar-benar profesor riset dari LIPI? Rilis resmi dari LIPI per 28 Februari tersebut telah menjawabnya secara gamblang dan terbuka.

Setidaknya klaimnya sebagai profesor riset dari LIPI telah gugur dengan sendirinya. Apakah Tamim Pardede benar-benar seorang ahli biokimia molecular, biar Polisi yang mengusutnya.

Kalau terbukti bahwa Tamim Pardede bukan ahli ahli biokimia molecular, maka jerat pasal berlapis-lapis akan menunggunya. Mulai pasal hate speech, UU ITE, belum lagi jika LIPI mempermasalahkannya.

Terlepas Tamim Pardede profesor riset betulan ataupun bukan, ujaran berbau SARA, fitnah dan segala bentuk ujaran kebencian serta tantangannya kepada aparat dan pemerintah sudah sejak awal menimbulkan banyak pertanyaan. Masak seorang sekelas profesor cara mengungkapkan pendapatnya bisa ngacau kayak begitu?

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply