Connect with us

Fiksi

Ditawari 72 Bidadari, Saya Lebih Memilih Untuk Berada Di Samping Rasulullah Saja

Published

on

Ditawari 72 Bidadari, Saya Lebih Memilih Untuk Berada Di Samping Rasulullah Saja

Kalau toh pun menurut Hadist bahwa di surga akan disediakan 72 bidadari, saya lebih memilih untuk tetap ditemani istri tercinta yang awet muda dan manis seperti dahulu kala. Apalagi kalau dapat bonus diperkenankan untuk dapat selalu dekat-dekat dengan Rasulullah SAW. Bahkan, hanya diperbolehkan menatap wajah agung Rasulullah secara langsung pun sudah sangat Alhamdulilllah.

Sepakat dengan pengajian Mbah Maimun yang menjelaskan sambil bercanda bahwa istri itu makanan pokok, sementara bidadari itu hanyalah sekedar snack. Kelihatannya bercanda, namun bagi saya maknanya sangat dalam.


Masalah cinta itu tidak bisa serta-merta dicampur adukkan dengan nafsu. Kalaupun dalam cinta terjadi hubungan badan yang terkandung didalamnya ada unsur nafsu alamiah, maka dalam masalah batiniah ya beda banget ukuran dan rasanya.

Masak di surga itu masih dihamparkan bebas melakukan segala kenikmatan nafsu-nafsu badaniah? Bukankah dapat menatap langsung wajah agung Rasulullah lebih nikmat ketimbang segala nafsu badaniah semata? Apalagi dapat berdekatan dengan baginda Rasul dan yang jelas pasti otomatis juga berdekatan dengan Sang Khalik.

Nah, bukannya saya ingin melakukan ingkarus sunnah. Saya lebih yakin bahwa sunnah yang dibuat oleh Rasulullah SAW itu sebagai satu bentuk penyederhanaan kondisi sebenarnya dari surga yang teramat sangat kompeks kenikmatannya, sehingga sangat tidak mudah dijabarkan dengan kata-kata.

Saya juga sangat yakin bahwa kenikmatan surga itu tidak dapat diterjemahkan dan dianalogikan seta-merta dengan kenikmatan duniawi. Disinilah letak kecerdasan Rasulullah untuk menyederhanakan penjelasan bagi manusia yang jelas sangat terbatas akalnya untuk menterjemahkan kenikmatan surgawi yang seutuhnya.

Ketika saya ditanya anak saya tentang kenikmatan naik pesawat terbang, yang saat itu belum pernah naik pesawat, saya menyederhanakannya seperti naik dermolen (mainan di pasar malam), karena anak saya senang sekali naik dermolen ketika diajak ke pasar malam. Kadang menyenangkan, juga bisa membuat pusing kalau putarannya terlalu kencang.

Nah, yang menjadi masalah ketika tawaran 72 bidadari ini diterjemahkan tekstual dan kemudian lebih dengan menyerukan takbir keras-keras digunakan untuk melakukan bom bunuh diri atau melakukan tindakan teror lainnya. Apakah yang seperti ini yang benar-benar dimaksudkan oleh rasulullah SAW? Wallahu a’lam.

Yang jelas, kalau yang menawari cuma sekedar manusia dengan menggunakan dalil-dalil agamis tentang 72 bidadari di surga untuk melakukan tindakan teror, maka saya lebih memilih tetap bersama istri tercinta yang awet muda dan manis selalu. Saya juga akan lebih memilih untuk tetap bersama dengan keluarga kecil saya.

Lha terus, kalau pelakunya perempuan, apakah juga ditawari 72 bidadari? Sebaiknya mikir lagi lah. Masak surga identik dengan kenikmatan-kenikmatan duniawi?

Continue Reading
Advertisement
Comments

Fiksi

Subuh Ini Miauw Salah Satu Kucing Kesayangan, Juga Ikut Mati Sebagaimana Po Induknya

Published

on

By

Miauw salah satu kucing kesayangan juga mati subuh tadi
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Miauw atau kalau saya sering memanggilnya Kuntet Njekluthet, salah satu kucing kesayangan ikut mati sebagaimana Po si Anggora Putih yang cantik dan anggun yang mati beberapa hari yang lalu. Keduanya mati tepat menjelang waktu sholat subuh.

Nama Miauw adalah nama yang diberikan oleh Mytha, sementara saya memanggilnya Kuntet Njlekuthet karena waktu dia masih kecil sering meloloskan diri dari kandang induknya dan nimbrung tiba-tiba ketika kami sedang ngobrol di ruang keluarga. Saya sebut Kuntet karena tubuhnya yang paling kecil diantara saudaranya.


Miauw wajahnya lucu, matanya sayu, dan kalau sedang diajak bercanda oleh Satya si bungsu, aktif dan lucunya luar biasa. Miauw adalah kucing termuda dan tubuhnya terkecil diantara semua kucing kesayangan kami.

Selamat jalan Miauw atau Kuntet Njlekuthet. Semoga kamu bisa menemani Po, dan tetap bersama indukmu. Miauw kami sangat kehilangan atas kematianmu subuh tadi.

Continue Reading

Fiksi

Mengenang Po Salah Satu Kucing Kesayangan Keluarga Kami

Published

on

By

Po Salah Satu Kucing Kesayangan Mati Subuh Tadi
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Po adalah salah satu kucing kesayangan keluarga kami. Po sifatnya sangat manja kepada kami sekeluarga. Walaupun terkadang terkesan galak dan garang kepada kucing lainnya, sebenarnya Po memiliki sifat asli yang sangat sayang kepada anak-anaknya.

Po suaranya cenderung lirih nyaris tak terdengar ketika mengeong. Untuk itu, kadang Po memukul-mukul tempat minumnya ketika sedang ingin menarik perhatian kami.


Terkadang hal ini membuat saya lumayan bete, namun ketika menatap wajah cantiknya yang polos, ke-bete-an saya luruh seketika. Paling saya hanya ngomel-ngomel sembari menurunkan tempat minumnya dari kandang.

Po sakit dan mulai tidak mau makan sejak kemarin. Hari ini sebenarnya kami rencanakan untuk dibawa ke dokter hewan, namun sayangnya subuh tadi Po tidak tertolong lagi.

Sejak siang kemarin, Po dipisahkan ke kandang sendiri dan dihangatkan menggunakan lampu. Malam harinya dimasukkan ke ruang keluarga dan sudah dicoba di suapi makanan dan minuman oleh Mytha dengan menggunakan pipet kecil.

Semalam Mytha pun tidur di samping kandang Po untuk mengawasi perkembangan kondisi kesehatan Po. Nampaknya Po lebih memilih lebih cepat meninggalkan kami sekeluarga, sebelum kami upayakan untuk penanganan kesehatannya yang lebih representatif ke dokter hewan siang ini.

Saya kaget ketika mau mengambil air wudhu untuk subuhan, mendengar suara Po yang merintih agak keras dan mendengar isak tangis Mytha. Ternyata itu adalah suara Po yang terakhir kalinya dan sekaligus tarikan nafas terakhir Po.

Wudhu saya tunda sekejab untuk menengok kondisi Po. Ternyata Po nampak kejang,  ada dipelukan Mytha dengan diselimuti handuk kecil, dan Mytha pun nampak terisak-isak tidak dapat menahan haru.

Saya tanpa sadar pun menitikkan air mata. Segera saya bergegas mengambil air wudhu untuk subuhan sembari menyembunyikan bahwa sayapun ikut menangisi kepergian Po kucing kesayangan kami sekeluarga. Tanpa sadar, saat sholat subuh tadi air mata saya pun mengalir lagi. Untung saya subuhan di dalam kamar sehingga nggak ada yang tahu.

Selamat jalan Po, si Anggora putih nan anggun dan cantik. Po, kamu adalah salah satu kucing kesayangan kami sekeluarga dan sudah menjadi bagian dari keluarga kami.

Continue Reading

Fiksi

Mencoba Menikmati Hidup dan Menurunkan Rekening Dosa Sampai Saat-Saat Terakhir

Published

on

By

Mencoba Menikmati Hidup dan Menurunkan Rekening Dosa Sampai Saat-Saat Terakhir
Sumber Gambar: Youtube.com

Saat ini, saya berusaha untuk menikmati hidup dan menurunkan rekening dosa sampai saat-saat terakhir. Masalah kapan saat terakhir tersebut tiba, hanya Allah yang tahu.

Dengan kondisi kesehatan yang mudah berantakan dan karir serta impian yang nyaris tenggelam secara keseluruhan, saya berusaha mengoptimalkan kesempatan yang diberikan oleh Nya untuk hal-hal yang menyenangkan bagi saya. Selain itu, saya berusaha untuk selalu curhat sekaligus memohon ampunan kepada Nya agar setidaknya beban rekening dosa saya dikurangi.


Impian apapun tentang dunia, saya berusaha keras untuk mengabaikan secara keseluruhan. Saya mencoba untuk mengalir mengikuti arus dimana Dia mengarahkan saya harus kemana dan bermuara dimana.

Sisa hidup ini akan saya nikmati sampai saatnya nanti tiba. Hobi mancing mulai saya aktifkan lagi. Kalau tidak bisa di Laut, Sungai ataupun Danau (Wild Fishing), dikolam harian pun sangat saya syukuri.

Continue Reading

Trending