Connect with us

Analisis

Benarkah Sasaran Koalisi Pimpinan AS Hanya Ingin Mengalahkan ISIS di Suriah?

Published

on

Benarkah Sasaran Koalisi Pimpinan AS Hanya Ingin Mengalahkan ISIS di Suriah

Pada tahap awal tidak ada konflik langsung dengan rezim Assad, karena Assad berada pada pusaran untuk mempertahankan diri, berjuang untuk hidupnya di kota-kota yang jauh dari pusat kekuasaan ISIS. Perang saudara Suriah mengimplikasikan banyak konflik yaitu Assad versus pemberontak yang didukung AS, Assad versus jihadis (yang faktanya segaris perjuangan dengan pemberontak yang didukung AS), faksi pemberontak versus faksi pemberontak, sementara ISIS dapat dikatakan nyaris menjadi musuh bersama dari semua kelompok.

Tahap kedua dimulai dengan masuknya Vladimir Putin ke dalam konflik, ketika Assad mulai kedodoran dan terengah-engah. Hanya orang yang mudah tertipu yang percaya bahwa tujuan utama pasukan koalisi pimpinan AS ke Suriah hanya demi untuk melawan ISIS. Slogan koalisi pimpinan AS nampak sangat idealis dan indah yaitu demi untuk mengalahkan ISIS dan demi untuk membuat Suriah yang aman dan damai.


Bagaimana dengan Assad? tujuannya sederhana, yaitu menghancurkan musuh negara dan yang jelas memenangkan perang, dan dia mulai mencapai tujuannya dengan bantuan Rusia terbukti sangat efisiensi dan efektif. Yang sangat penting bagi Suriah jelas harus merebut semua wilayah yang dikangkangi secara sepihak oleh pemberontak ataupun ISIS.

Secara bertahap, Assad memenangkan pertempuran kunci dan merebut kota-kota kunci. Sementara itu, milisi gabungan (SDF) yang didukung Amerika Serikat membuat kemajuan di Wilayah Utara. Gabungan milisi Kurdi dan Arab (SDF) dengan dukungan kekuatan udara koalisi pimpian AS bahkan berhasil merangsek sampai ke pinggiran Raqqa.

Masalah baru di Suriah

Masalahnya adalah, ketika SDF berhasil merebut wilayah yang sebelumnya dikuasai ISIS, enggan mengembalikannya ke Pemerintah Suriah. Ketika ISIS mulai runtuh dan Assad menang di selatan dan barat, sementara milisi gabungan pemberontak (SDF) dukungan koalisi pimpinan AS menguasai SUriah utara, menjadi jelas bahwa pasti akan terjadi bentrok antara tentara pemerintah Suriah dengan gabungan milisi pemberontak dukungan koalisi pimpinan AS.

Klimaks pertempuran sebenarnya hanya menunggu waktu saja jika kekuatan besar pendukung masing-masing pihak berbenturan secara langsung. perang sipil bergerak menuju sebuah anti klimaks, namun akan memunculkan bentrokan yang  jauh lebih kuat dan sangat berbahaya bagi kawasan.

Ketika kekuatan bertentangan mengerucut, maka praktis hanya dua kekuatan yang berbeda yang memegang keseimbangan kekuasaan di Suriah, yaitu Pemerintahan Asaad dengan dukungan Rusia, Hisbullah, dan Iran berhadapan dengan gabungan pasukan pemberontak dukungan pasukan koalisi pimpinan AS.

Konflik terakhir dalam insiden penembakan jet tempur Suriah oleh Super Hornet AS sangat mencurigakan, karena terjadi di kota Tabqa yang relatif jauh dari pusat kota Raqqa, padahal katanya SDF sedang menyerbu pusat kota Raqqa. Pertanyaannya, mengapa SDF tetap mempertahankan Tabqa, padahal semua kekuatan di fokuskan ke Raqqa. Ada rencana besar apa yang emrkea buat sebenarnya?

Sudah 4 kali lipat pada bulan lalu, pasukan AS menggempur dengan alasan yang terkesan dibuat-buat ke pasukan Suriah. Klimaksnya terjadi pekan ini, ketika permainan tik-taknya mulai terbaca oleh Moskow sehingga memaksa Beruang Merah marah besar untuk memilih mengaktifkan pertahanan udaranya di wilayah udara Suriah.

Pernyataan resmi Amerika mengatakan: Misi Koalisi adalah untuk mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah. Koalisi tidak berusaha untuk melawan rezim Suriah, Rusia, atau pasukan pro-rezim yang bekerja sama dengan mereka, namun tidak akan ragu untuk membela pasukan Koalisi atau mitra dari ancaman apapun.

Mari kita letakkan ini dalam bahasa yang lebih lugas dan sederhana. Pasukan koalisi pimpinan AS  tidak hanya mengambil alih semua wilayah dari tangan ISIS, mereka akan mempertahankan wilayah tersebut sebagai daerah milik gabungan milisi pemberontak (SDF).

Mempertahankan wilayah demi kepentingan kelompok dukungannya dengan melawan pasukan Suriah yang berdaulat, kalimat apa yang paling tepat untuk menyebutnya. Ada sebuah kata yang paling tepat untuk apa yang terjadi ketika sebuah kekuatan dukungan asing mengambil alih wilayah tanpa persetujuan negara berdaulat, itu disebut “invasi.”

Hanya masalah waktu saja kekuatan besar akan berhadap-hadapan di Suriah. Ini bukan sekedar rencana jangka pendek AS dan sekedar kebetulan, namun merupakan rencana jangka panjang yang tidak akan pernah berubah dari kebijakan luar negeri AS demi mempertahankan hegemoni global.

SUmber Gambar; Alaraby.co.uk

Continue Reading
Advertisement
Comments

Analisis

Kemungkinan Penyebab Utama Hubungan A.S. Turki Semakin Merenggang

Published

on

By

Kemungkinan Penyebab Utama Hubungan A.S. Turki Semakin Merenggang
Sumber Gambar: sputniknews.com

Terlepas dari semua upaya diplomatik terbaik, hubungan antara AS dan Turki tampak memburuk. Ini telah terjadi sebelumnya; Terakhir kali situasi serupa muncul pada akhir 1970-an, setelah perang Siprus, ketika AS menampar Turki dengan embargo senjata dan sanksi. Namun dalam beberapa dekade berikutnya dan terutama setelah serangan 9/11, Turki menjadi sekutu penting Amerika, diangkat oleh AS sebagai model kombinasi antara Islam dan demokrasi.

Tapi dalam beberapa tahun terakhir, semuanya telah berubah – dan hubungan itu tiba-tiba nyaris menguar begitu saja.


Suasana hati pemerintahan Turki mulai memburuk pada tahun 2013, ketika pemerintahan Obama mengambil pandangan yang negatif tentang tindakan keras Erdogan terhadap demonstrasi di Gezi Park. Hal ini sampai sekarang tidak pernah pulih sepenuhnya.

Di sisi lain, A.S. selama lebih dari dua tahun menolak untuk bekerja sama dengan tuntutan Turki untuk mengekstradisi pemimpin kelompok agama yang disegani di Turki dan  saat ini diasingkan ke Amerika, yaitu Fethullah Gulen. Ankara menengarai kudeta yang gagal terhadap Erdogan pada tahun 2015 diotaki oleh Fethullah Gulen.

Pada tahun 2017, Turki juga memanggil staf konsulat A.S. yang didakwa memiliki hubungan dengan organisasi pimpinan Gulen yang oleh pemerintahan Erdogan dicap sebagai kelompok teroris. Dampaknya, keduanya cukup lama menangguhkan semua layanan visa non-imigran untuk perjalanan antara kedua negara.

Akhir-akhir ini, diperparah oleh keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem. Hal ini juga menambah berang pemerintahan Erdogan.

Sebuah pengambilan suara PBB untuk mengutuk keputusan tersebut membuat pemerintahan A.S. dipermalukan oleh masyarakat internasional. Dalam hal ini, presiden Erdogan memainkan peran penting dalam memobilisasi  Organisasi Kerjasama Islam dan Majelis Umum PBB untuk memilih melawan keputusan Trump, meskipun dibawah ancaman pemerintahan Trump yang memotong semua bantuan ke negara-negara yang menentangnya.

Continue Reading

Analisis

Kegamangan A.S. Atas Invasi Turki Ke Afrin, Semakin Menunjukkan Pengkhianatan A.S. Kepada Milisi Kurdi

Published

on

By

Kegamangan A.S. Atas Invasi Turki Ke Afrin, Semakin Menunjukkan Pengkhianatan A.S. Kepada Milisi Kurdi
Sumber Gambar: civiroglu.net

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris telah melaporkan tewasnya warga sipil dalam invasi Turki ke wilayah yang dikuasai Kurdi Afrin, di Suriah utara. Turki telah menolak laporan tersebut sebagai “propaganda hitam,” dengan mengatakan bahwa hanya membunuh militan bersenjata dalam serangan udara. Pemerintah di Ankara menegaskan bahwa pihaknya hanya menargetkan “teroris”.

Logikanya, tuduhan Turki bahwa YPG adalah teroris sangat tidak berdasar dan secara historis tidak dapat dibuktikan sama sekali. Tentu saja secara ras, YPG memang memiliki hubungan dekat dengan PKK Kurdi, yang oleh Turki dan UE digolongkan sebagai organisasi teroris. Tapi YPG dan PKK bukanlah organisasi yang otomatis identik. Yang jelas, YPG secara historis tidak pernah menyerang Turki. Roket yang ditembakkan ke Turki selatan kemarin, sebagai tindakan pembalasan atas serangan militer Turki ke wilayah Afrin, Suriah yang menjadi salah satu kantong kekuatan milisi YPG.


Milisi Kurdi Yang Selalu Hanya Dimanfaatkan Oleh Pihak Lain

Selama 100 tahun terakhir, kaum Kurdi secara oportunis digunakan oleh orang lain dalam dunia politik. Bab terakhir dalam perlakuan konyol terakhir terhadap orang Kurdi ini adalah perang melawan ISIS dan ekstremis lainnya di Suriah. Suku Kurdi membuktikan diri mereka sebagai salah satu senjata paling efisien melawan milisi teroris.

Mereka mendapat dukungan dan senjata dari Amerika Serikat dan berperan penting dalam mencegah ISIS mendapatkan pijakan permanen di Suriah utara. Pertarungan 2014 atas Kobani dan melawan ISIS di Suriah utara tidak akan pernah bisa dimenangkan tanpa perjuangan mereka.

Di Irak juga, milisi Kurdi (Peshmerga) berhasil memberangus ISIS dan dengan demikian juga membantu menyelamatkan ribuan kaum Yazidi yang terpaksa harus melarikan diri dari kekejaman ISIS.

Memang, Kurdi yang menguasai Suriah utara bukanlah hal yang bagus dan dapat dibenarkan, karena secara tidak langsung mengggerus kedaulatan Suriah. Tapi faktanya, keberadaan mereka cukup efektif untuk membendung para pendukung ISIS untuk menemukan pijakannya kembali di Suriah Utara.

Continue Reading

Analisis

Berbagai Dampak Dari Penghentian Pemerintah Federal Amerika Serikat

Published

on

By

Berbagai Dampak Dari Penghentian Pemerintah Federal Amerika Serikat
Sumber Gambar: rcrwireless.com

Jika Partai Republik dan Demokrat tidak dapat menyelesaikan perbedaan mereka, badan federal dapat tetap sebagian ditutup saat minggu kerja dimulai pada hari Senin.

Selama penghentian, pegawai pemerintah yang tidak berkepentingan dirumahkan. Pekerja yang dianggap penting, termasuk yang menangani keamanan publik dan keamanan nasional, tetap bekerja.


Penghentian pemerintahan federal Amerika Serikat terakhir terjadi pada bulan Oktober 2013, berlangsung lebih dari dua minggu dan lebih dari 800.000 pegawai federal dirumahkan. Berikut adalah beberapa rincian tentang potensi dampak negatif dari penghentian lembaga pemerintah federal tersebut:

MILITER: Departemen Pertahanan mengatakan sebuah penghentian tidak akan mempengaruhi perang militer A.S. di Afghanistan atau operasinya terhadap militan Islam di Irak dan Suriah. Semua 1,3 juta personel militer yang bertugas aktif akan tetap pada status tugas normal. Personel sipil dalam operasi yang tidak penting akan sangat mungkin dirumahkan. Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan bahwa kebuntuan pendanaan yang berkelanjutan akan menyebabkan kapal-kapal tidak beroperasi tanpa perawatan dan pesawat terbang terpaksa di-grounded-kan.

PENGADILAN: Departemen Kehakiman memiliki banyak pekerja penting. Di bawah rencana kontingensi penghentian, sekitar 95.000 dari hampir 115.000 stafnya akan tetap terus bekerja.

LANTAI BURSA: Komisi Sekuritas dan Bursa Pemukim Efek mengatakan akan tetap terbuka dan memiliki staf penuh selama beberapa hari, menambahkan bahwa rencana penghentiannya difokuskan “pada integritas pasar dan komponen perlindungan investor dari misi kami.”

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi, sementara itu, mengatakan bahwa pihaknya harus segera mencarter ulang 95 persen karyawannya.

GEDUNG PUTIH: Lebih dari 1.000 staf di Gedung Putih 1.715 orang akan sangat mungkin untuk dirumahkan, kata pemerintah Trump. Presiden akan diberi dukungan yang cukup untuk melaksanakan tugas konstitusionalnya, termasuk staf yang dibutuhkan untuk sebuah perjalanan yang direncanakan ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, kata beberapa pejabat pemerintah. Namun, keputusan untuk pergi ke Davos sekarang sedang dinilai kembali dari “hari ke hari” oleh direktur anggaran Gedung Putih.

TAMAN NASIONAL: Taman nasional tetap dapat diakses saat masih mengikuti semua undang-undang dan prosedur yang berlaku, menurut juru bicara. Jalan terbuka akan tetap dapat diakses dan toilet belakang juga akan tetap terbuka. Namun, layanan yang membutuhkan kepegawaian, seperti informasi publik dan toilet layanan 24 jam, tidak akan beroperasi. Beberapa penginapan, restoran, dan layanan lainnya mungkin tersedia bila disediakan oleh konsesi atau entitas lainnya.

KAWASAN WISATA WASHINGTON: Administrasi Trump tidak berencana untuk menutup monumen udara terbuka kali ini, kata beberapa pejabat. Smithsonian mengatakan bahwa museumnya bisa tetap buka sampai hari Senin.

PAJAK: Dalam rencana kontinjensi yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan, IRS memprediksikan akan merumahkan lebih dari 35.000 karyawan atau sekitar 43,5 persen dari angkatan kerjanya, pada pekerjaan selama penghentian.

KANTOR POS: Pengiriman akan berlanjut seperti biasa.

MASKAPAI PERJALANAN: Penumpang maskapai tidak diharapkan merasakan dampak yang signifikan. Administrasi Keamanan Transportasi berencana untuk mempertahankan setidaknya 53.865 dari 58.295 karyawan yang siap bekerja selama penghentian, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri. Kontrol lalu lintas udara tidak akan terpengaruh, menurut Federal Aviation Administration.

MAHKAMAH AGUNG: Kantor Administrasi Pengadilan A.S. mengatakan bahwa pengadilan federal, termasuk Mahkamah Agung, dapat terus beroperasi secara normal selama sekitar tiga minggu tanpa dana tambahan.

PELAYANAN KESEHATAN: Pusat Pelayanan Medicare dan Medicaid akan terus memproses aplikasi untuk pendaftaran, dan program Medicare untuk orang tua dan orang cacat diharapkan dapat terus berfungsi sebagian besar tanpa gangguan, menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

JAMINAN KEAMANAN SOSIAL: Pemeriksaan Jaminan Sosial dan Cacat diharapkan tetap berlangsung selama penghentian dan aplikasi untuk mendapatkan manfaat masih akan ditinjau. Namun, departemen tersebut akan menghentikan beberapa aktivitas, seperti mengeluarkan kartu Jaminan Sosial baru atau pengganti.

MASALAH KREDIT PERBANKAN: Proses pinjaman dalam beberapa kasus jelas akan terdampak. Small Business Administration telah memperingatkan bahwa situs webnya mungkin tidak akan lagi di update, transaksi sangat mungkin tidak akan diproses, dan bahwa stafnya tidak akan dapat menanggapi pertanyaan sampai pendanaannya dapat dipulihkan sepenuhnya.

LAYANAN VETERAN: Sebagian besar pegawai Departemen Urusan Veteran tidak akan mengalami cuti panjang. Rumah sakit layanan Veteran akan tetap terbuka dan bantuan terhadap veteran akan terus berlanjut, namun bantuan pendidikan dan banding kasus akan tertunda, kata departemen tersebut.

INSPEKTORAT PANGAN: Dinas Pertanian inspektur pangan akan terus bertahan dalam pekerjaan selama penghentian.

ENERGI: Departemen Energi mengatakan pada hari Jumat bahwa karena sebagian besar alokasinya untuk beberapa tahun, karyawan harus melapor untuk bekerja seperti biasa selama penghentian sampai diberitahu sebaliknya. Jika ada selang waktu yang lama dalam penghentian pasti akan berdapak pada aspek pendanaan.  Terpaksa  “jumlah terbatas” pekerja akan sangat mungkin dirumahkan.

Sumber: Reuters

Continue Reading

Trending