Connect with us

Peristiwa & Opini

Rusia Saat Ini Menjadi Target Utama ISIS?

Published

on

Rusia Saat Ini Menjadi Target Utama ISIS?Al-Qaeda dan ISIS dulunya selalu menganggap "Barat" - dan Amerika Serikat khususnya sebagai musuh utama. Nampaknya saat ini angin mulai bergeser....

Al-Qaeda dan ISIS dulunya selalu menganggap “Barat” – dan Amerika Serikat khususnya sebagai musuh utama. Nampaknya saat ini angin mulai bergeser. Pasca kebijakan Presiden Vladimir Putin untuk melibatkan kekuatan militernya di Suriah, Rusia sangat mungkin menjadi target utama ISIS untuk saat ini.

“Pada saat ini kemarahan ISIS diarahkan pada Bashar al-Assad dan Putin karena keduanya  telah memporak porangdakan ISIS di Suriah. Ketika pada saat yang hampir bersamaan kekuatan ISIS dihancurkan di Irak oleh militer Irak yang didukung pasukan koalisi. Mereka akan melakukan apa saja untuk membalas dendam mereka pada Rusia,” kata Ahmad Saeedi, Dawat University, Kabul.


Ribuan pejuang ISIS dari Suriah, Irak dan tempat lain melakukan konsolidasi ulang di pegunungan Afghanistan yang sangat sulit dideteksi dan nyaris mustahil di tembus. Mereka sedang menyusun rencana balas dendam terhadap Kremlin.

Komando tertinggi ISIS ini telah memberikan perintah untuk menargetkan kota-kota Rusia, dengan ribuan pejuang terlatih yang siap bertindak sewaktu-waktu.

Hubungan antara Rusia-Afghanistan bukan hal yang baru, dengan sejarah puluhan tahun konflik. Rusia secaras ejarah terbukti dipecundangi para pejuang Taliban di Afghanistan, dan memaksa mereka angkat kaki dari Afghanistan.

Perang Soviet-Afganistan, yang dipimpin oleh Leonid Brezhnev pertama dan kemudian Mikhail Gorbachev di pertengahan 80-an, telah dilancarkan terhadap kelompok pemberontak yang dikenal sebagai “mujahidin” dan Republik Demokratik Afghanistan. Setelah hampir satu dekade perang, mereka dikalahkan dan terusir dari afghanistan oleh koalisi suku yang dipimpin oleh pemimpin karismatik Ahmad Shah Masoud, yang dikenal sebagai Singa Panjshir.

Ketika tentara Soviet akhirnya berhasil dipukul mundur pada tahun 1989, kekosongan kekuasaan membuat jalan bagi munculnya faksi-faksi bersenjata yang berbeda yang perlahan-lahan akan merobek bangsa terpisah – yang memungkinkan Taliban, al-Qaeda dan ISIS berakar kuat di Afghanistan.

Sumber: Al Jazeera

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement