Connect with us

Analisis

Menunggu Realisasi Jargon Gebuk-an Presiden Jokowi

Published

on

Menunggu Realisasi Jargon Gebuk-an Presiden JokowiPresiden Jokowi pernah berpidato akan menggebuk semua gerakan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45. Itu janji, jargon atau sekedar...

Presiden Jokowi pernah berpidato akan menggebuk semua gerakan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45. Itu janji, jargon atau sekedar wacana? mari kita tunggu realisasinya.

Jelas-jelas paham/gerakan radikal salah satunya telah memunculkan peristiwa tragis bom bunuh diri Kampung Melayu. Apakah gebuk-an masih harus menunggu lagi sampai korbannya bertambah banyak?


Apakah anasir bahwa banyak ormas atau gerakan radikal yang sebenarnya relatif mendukung gerakan-gerakan semacam itu, apapun caranya masih belum cukup kuat? Cuma aparat pemerintah Presiden Jokowi yang tahu jawabannya.

Memang sangat tidak mudah untuk membongkar gerakan mereka, apalagi memilahnya dengan baik dan tepat. Faktanya, korban sudah berjatuhan, dan apapun alasannya, pemerintah Jokowi wajib bertindak untuk mengatasinya dengan segala resikonya. Kalau tidak berani mengambil resiko, ya jangan jadi pemimpin. Begitulah kira-kira yang muncul di benak saya.

Saat ini sudah tidak jamannya lagi untuk mencari-cari pencitraan sebagai sosok pimpinan yang demokratis, permisif, lembut dan segalanya, yang justru malah kelihatan serba ragu untuk bertindak. Citra tersebut tidak akan memiliki makna apapun jikalau korban dari rakyat sipil dan tidak berdosa semakin banyak.

Gara-gara demi citra, maka sangat konyol jikalau pemerintah melakukan pembiaran. Demi citra dan demi Pilpres 2019, sangat konyol jikalau pemerintah harus tiarap dan semakin abai dengan kepentingan orang banyak.

Pemerintah Jokowi perlu bertindak dengan tegas dalam mengatasi dan berupaya menangkal semua gerakan seperti ini. Ketegasan itu tidak identik dengan kekerasan, kasar ataupun kejam.

Awam saja sangat mampu mengidentifikasi gerakan-gerakan relatif radikal seperti ini. Sangat konyol jikalau pemerintah tidak mampu mengidentifikasinya dengan baik. Saya yakin, intelejen kita cukup mampu untuk mengendus gerakan-gerakan mereka.

Yang paling diperlukan saat ini adalah ketegasan dan keberanian bertindak dengan segala resikonya. Sangat mengecewakan jika ketegasan dan keberanian tersebut hilang dari sosok Presiden pilihan kita.

Mereka sudah memanfaatkan momentum dengan baik kemarin, dan hasilnya 5 nyawa melayang. Tiga aparat kita harus rela nyawanya melayang, sementara aparat dan sipil lainnya luka-luka.

Sebaliknya, pemerintah juga harus dapat memanfaatkan momentum ini untuk menggebuk mereka dengan tegas dan tuntas. Jangan sampai hanya mampu melempar wacana yang pada ujungnya nampak ngeper dan ngacir lagi seperti kemarin-kemarin.

Memang, semua tindakan harus hati-hati dan tidak gegabah. Namun jika justru kehati-hatian yang keterlaluan tersebut membuat tidak bergerak kemanapun dan tidak bertindak apapun, ya jelas sangat memprihatinkan.

Sekali lagi, memang tidak mudah dan sangat rumit dengan resiko yang lumayan besar. Justru disinilah perlunya pemimpin untuk mengambil keputusan berani dengan “given” dan segala resikonya.

Mari sama-sama kita amati apakah kira-kira gebuk-an Presiden Jokowi hanya sekedar jargon, slogan, wacana atau bahkan mungkin sekedar gertak sambal saja. Semoga Presiden kita ini dapat bertindak tegas, lugas, dan berani, dibalik segala kesederhanaan dan kelembutannya.

Sumber Gambar: Detik.com, Sumber Video: Kementerian Sekretariat Negara RI

Continue Reading
Comments