Connect with us

Peristiwa & Opini

Kurdi Kecewa Berat Dengan Trump

mm

Published

on

Kurdi Kecewa Berat Dengan TrumpDalam sebuah konferensi pers dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa...

Dalam sebuah konferensi pers dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Washington mendukung Turki dalam perangnya melawan “kelompok teror” seperti ISIS dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Penasihat resmi Syrian Democratic Forces (SDF), Dr. Nasr Haji Mansour mengatakan: “Pernyataan Trump hari ini membuat situasi semakin rumit. Suku Kurdi telah menunggu posisi AS yang lebih keras dalam menghadapi Turki dan agresi melawan Rojava di Suriah Utara. ”


“Turki bersikeras untuk mempersamakan YPG yang menurut Ankara kepanjangan tangan dari PKK dengan kelompok teror ISIS,” kata Mansour. Turki bersikeras untuk tetap menganggap YPG sebagai perpanjangan tangan dari PKK di Suriah.

Pejabat Kurdi Suriah, Mansour mengatakan bahwa akan lebih baik bagi presiden AS untuk membujuk kembali komitmen Ankara untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Kurdi di Turki “yang dieliminasi sepihak oleh pemerintah Erdogan pada bulan Juli 2015 setelah sempat berjalan dua setengah tahun.”

“Mencoba untuk memuaskan Turki dengan mendukungnya dalam perang melawan orang Kurdi dan memberi legitimasi terhadap agresi Turki di wilayah tersebut, selain menggambarkan perang melawan ISIS sama dengan PKK, akan berdampak besar pada wilayah tersebut,” kata Mansour.

“Amerika harus memainkan peran dalam hal ini, terutama dengan munculnya seruan implisit bagi Amerika untuk memainkan peran sebagai mediator dalam konflik Kurdi-Turki,” pungkas Mansour.

Namun, Abdulkarim Omer, kepala hubungan luar negeri untuk Cezire Canton di wilayah Rojava, mengatakan bahwa sangat tidak mungkin AS akan mengubah kebijakannya mengenai Raqqa-di mana Kurdi memimpin operasi militer besar untuk memberangus ISIS.

“Saya tidak percaya bahwa mereka akan mengesampingkan peran YPG pada pertempuran melawan ISIS, setelah Trump dan Erdogan bertemu dengan kebijakan AS akan berubah tiba-tiba,” kata Omer. “Dukungan AS kepada YPG dan SDF untuk operasi Raqqa akan terus berlanjut.”

Sumber: ARA News, NBC News, White House

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement