HTI Sudah Mempersiapkan UUD Khilafah Untuk Mengganti UUD 45 | Jejaring
Analisis

HTI Sudah Mempersiapkan UUD Khilafah Untuk Mengganti UUD 45

5 stars 134 Votes Ternyata HTI sudah mempersiapkan dengan sangat matang peng-khilafah-an Indonesia. Bahkan UUD 45 pun sudah direncanakan untuk diganti dengan UUD Negara Khilafah....

Ternyata HTI sudah mempersiapkan dengan sangat matang peng-khilafah-an Indonesia. Bahkan UUD 45 pun sudah direncanakan untuk diganti dengan UUD Negara Khilafah. Muqadimah dan detail pasal-pasalnya pun sudah dipersiapkan (muqadimah, pasal 2, pasal 3). Bahkan rancangan hak memilih dan mem-baiat Kholifah serta mekanisme pengangkatan dan pem-baiat-an Kholifah juga sudah dirancang dengan cermat dan rapi.

Terus, ketika HTI mengakui bahwa mereka tidak menentang UUD 45, mengapa mereka mempersiapkan UUD Khilafah? bahkan dasar Negara yang jelas-jelas akan mereka gunakan adalah Akidah Islam.

Dalam pandangan mereka, demokrasi adalah dasar negara ciptaan penjajah.

Dalam negara versi penjajah, yaitu negara demokrasi, agama dipisahkan dari negara. Maka dari itu, agama hanya berperan sebagai keyakinan pribadi, tidak menjadi pengatur kehidupan publik dalam berbagai bidang kehidupan.

More:   Dahsyat, Kasus "Chat Mesum" Rizieq Shihab Akan Dibawa Ke PBB

Islam tidak mengakui sekularisme. Agama dalam negara Khilafah tak hanya menjadi dasar keyakinan dan amal perbuatan individu Muslim, tetapi juga menjadi landasan pengaturan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Mereka juga tidak akan pernah mengakui adanya negara bangsa (nation state). Bagi HTI, Institusi negara Khilafah tidak boleh berupa negara-bangsa (nation state). Sebab, negara-bangsa didasarkan pada konsep nasionalisme (qawmiyah) yang tidak bersumber dari dari al-Quran dan as-Sunnah. Negara-bangsa memandang bahwa unit identitas yang menjadi basis legitimasi berdirinya negara adalah identitas sebagai “bangsa”. Maka dari itu, negara-bangsa tidak mendapat legitimasi kalau didirikan oleh orang-orang yang multibangsa atau transnasional.

Kita semua harus memahami bahwa HTI sejak awal adalah gerakan transnasional, sehingga harus maklum bahwa mereka tidak akan pernah mengakui negara bangsa (nation State). Jadi, Bangsa Indonesia bagi mereka harus ditiadakan dalam perspektif ideologi HTI.

More:   Kok Tiba-Tiba F-PKS Tidak Selaras Dan Seiring Dengan Fahri Hamzah?

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo menyebut bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah sangat matang mempersiapkan negara Khilafah atau negara Islam di Indonesia.

Sebagaimana ulasan saya diatas, maka sudah jelas bahwa mereka sudah mempersiapkan dengan cermat UUD Khilafah untuk mengganti UUD 45. Nah, menurut Anda, apakah gerakan mereka tidak bertentangan dengan UUD 45 dan Pancasila,  ya jelas sangat lucu.

Pancasila itu letaknya ada di pembukaan UUD 45. Kalau UUD 45 mau diganti dengan UUD Khilafah versi mereka, ya jelas Pancasila pasti akan dihilangkan sama sekali. Dalam Muqadimah (pembukaan) UUD khilafah versi HTI, jelas tidak ada yang namanya Pancasila sama sekali.

More:   Ima & Andri Guitara - Surat Cinta Untuk Starla (Cover Virgoun)

Kalau pemerintah sampai tidak mengetahui hal ini, ya sangat kebangetan. Untung, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo

Jadi, jikalau ada sebagian politisi yang meyakini bahwa HTI tidak berusaha mengganti UUD 45 dan termasuk di dalamnya Pancasila, ya terserah kepada mereka, partainya dan konstituennya. Semoga seluruh elemen negara ini tahu dan kedepannya para konstituennya memilih mereka kembali untuk menjadi anggota dewan, sehingga UUD Khilafah segera dapat diberlakukan di Indonesia.

Sumber Gambar: faridmaruf.wordpress.com

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top