Bahagianya Dikunjungi Teman-Teman Alumni SMP 2 Rembang Angkatan 83

Masih banyak yang saya ingat, terutama teman-teman yang cowok. Apalagi Akhirul Zukro yang dulu selalu berantem dengan saya sampai 6
….Read More

Fiksi & Diary

Bahagianya Dikunjungi Teman-Teman Alumni SMP 2 Rembang Angkatan 83

Masih banyak yang saya ingat, terutama teman-teman yang cowok. Apalagi Akhirul Zukro yang dulu selalu berantem dengan saya sampai 6 bulan terakhir sebelum lulus dari SMP.

Sehabis sekolah, kami selalu tantang-tantangan untuk berantem dimana. Kadang-kadang di belakang sekolah, kadang-kadang juga di sawah sebelah selatan Rumah Sakit Rembang.

Kami sebenarnya sama sama pendiam, namun juga sama-sama keras hati. Waktu itu, hampir tidak ada kesan sekalipun di antara kami yang mau mengalah. Pokoknya tiada hari tanpa berantem sampai keduanya bonyok dan kelelahan berdua.

Kadang saya harus mengaku habis terjatuh ketika orang tua bertanya kok babak belur. Lucunya, habis terjatuh kok hampir tiap hari.

Sebelum bubaran kelas, kami seolah berdua berjanji membuat kesepakatan untuk melanjutkan pertarungan kami di mana. Tidak ada sedikitpun rasa jeri pada waktu itu.

More:   Pada Kondisi Seperti Ini, Hanya Allah Dan Keluargalah Yang Terbaik Bagi Kami

Padahal, Zukro waktu itu jauh lebih tinggi ketimbang saya. Walaupun saya lebih pendek, namun lumayan berotot, karena tiap hari ngangsu (mikul air) lumayan jauh. Jadi, ya saat itu pertarungannya draw, nyaris dalam keseluruhan sesi pertarungan.

Tidak sebagaimana anak-anak jaman sekarang, kami selalu sepakat untuk melakukan pertarungan duel satu lawan satu. Walaupun pertarungan kami disaksikan banyak teman (dikalangi), tidak ada satupun yang diperbolehkan nimbrung.

Itulah salah satu kenangan manis saya di SMP waktu itu. Babak belur, namun terkesan dengan sangat mendalam sampai sekarang.

Salah satu teman saya adalah Edi dari desa Torejo. Dia adalah teman berangkat dan kadang juga bareng pulang karena kebetulan rumah kami searah. Namun, jika saya sudah janjian sama Zukro untuk melakukan duel lanjutan, ya saya biasanya mlipir cari jalan dan alasan lain untuk ketemuan dengan Zukro.

More:   Ditawari 72 Bidadari, Saya Lebih Memilih Untuk Berada Di Samping Rasulullah Saja

Salah satu teman cowok yang masih saya ingat ya Wariyun dari Gedangan. Wariyun ini dulu terkenal raja dumbeg. Entah sekarang masih jadi raja dumbeg atau tidak, semoga saja masih jadi raja dumbeg. Makanan dumbeg ini adalah makanan kecil khas Rembang yang ngangeni dengan aroma harum daun lontar yang selalu membuat kangen.

Nah, kalau teman cowok saya satunya ini panggilannya Wiwil. Sejak SMP, Wiwil ini adalah teman cowok yang selalu dikelilingi cewek-cewek tercantik di SMP dulu. Anaknya waktu itu ya memang paling ganteng, supel, tinggi langsing dan cukup terkenal di kalangan cewek-cewek SMP 2 Rembang waktu itu.

More:   Preparasi & Antisipasi Pada Hal-hal Yang Paling Buruk

Nah, untuk teman-teman yang cewek, saya tidak terlalu banyak kenal waktu itu. Saya waktu SMP memang sangat pendiam dan jarang bermain ataupun mengenal teman-teman cewek. Hanya sebagian kecil yang masih saya ingat, bahkan sampai dengan SMA.

Hari ini saya benar-benar bahagia karena dikunjungi teman-teman SMP, dan Alhamdulillah mereka masih mengingat saya, walaupun waktu itu saya sangat pendiam dan tidak gaul sama sekali. Semoga mereka semua selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Nya. Amin.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER BULAN INI

To Top