Ultimatum Tillerson Pada Rusia, Pilih AS Atau Mereka | Jejaring
Fakta & Peristiwa

Ultimatum Tillerson Pada Rusia, Pilih AS Atau Mereka

5 stars 80 Votes Ultimatum Tillerson Pada Rusia Pemerintahan Trump terus terang memperingatkan Rusia pada hari Selasa bahwa Moskow berisiko kehilangan semua pengaruhnya di Timur...

Ultimatum Tillerson Pada Rusia

Pemerintahan Trump terus terang memperingatkan Rusia pada hari Selasa bahwa Moskow berisiko kehilangan semua pengaruhnya di Timur Tengah. Hal itu disebabkan karena Rusia terus mendukung Presiden Suriah Bashar Assad yang menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri.

Menteri Luar Negeri AS, Rex W. Tillerson tiba di Moskow dan memberikan ultimatum keras kepada Rusia. Tillerson berkata bahwa silahkan pilih untuk bersama AS dan mencarikan solusi bagi  Suriah atau tetap bersama Iran an kelompok militan Hizbullah yang berperang untuk Assad.

More:   Nggak Bakalan Polisi Berani Memproses Kasus Rizieq

Di Pentagon, Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan Suriah akan membayar “harga yang sangat mahal dan sangat keras” jika menggunakan senjata kimia lagi.

Para pejabat senior Gedung Putih penjelasan wartawan intelijen yang baru dibuka untuk publik menunjukkan bahwa militer Suriah telah sengaja membom sebuah kota yang dikuasai oleh pasukan oposisi pada 4 April dengan gas sarin. Selain itu, AS juga menduga bahwa militer Rusia sangat mungkin  “terlibat” dalam serangan brutal yang menewaskan lebih dari 80 orang tersebut.

More:   Dahsyat Diet Kenyang Ala Dewi Hughes (Turun 75 Kg Dengan Sehat)

Jawaban Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin segera menunjukkan bahwa dia tidak akan bergeming. Sebaliknya justru mengatakan bahwa tuduhan Washington terhadap pemerintah Suriah atas serangan kimia merupakan klaim yang tidak memiliki bukti apapun, sebagaimana yang pernah dibuat oleh pemerintahan George W. Bush sebelum AS menginvasi Irak pada tahun 2003.

More:   Israel Kembali Membombardir Bandara Internasional Damaskus

Putin mengatakan lebih lanjut jika pemboman rudal yang diperintahkan oleh Presiden Trump minggu lalu di sebuah pangkalan udara Suriah. Serangan ini “sangat mirip” invasi AS yang diikuti klaim Washington terhadap pemimpin Irak Saddam Hussein. Saat itu, Saddam dituduh memiliki senjata kimia maupun senjata pemusnah massal. Klaim yang di kemudian hari sebagian besar terbukti tidak berdasar sama sekali.

Sumber: AFP

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top