Ketika MUI Merasa Jaksa Penuntut Ahok Mendelegitimasi Produk Hukum MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku kecewa terhadap jaksa penuntut umum dalam kasus penistaan agama, dengan terdakwa Ahok yang hanya menuntut
….Read More

Peristiwa

Ketika MUI Merasa Jaksa Penuntut Ahok Mendelegitimasi Produk Hukum MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku kecewa terhadap jaksa penuntut umum dalam kasus penistaan agama, dengan terdakwa Ahok yang hanya menuntut satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

“Kami dari MUI sangat menyayangkan tuntutan jaksa. Kenapa jaksa tidak menerapkan hukum yang sebenarnya?” kata Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah, dalam diskusi bertajuk “Ahok, Jaksa dan Palu Hakim”, di Jakarta, Sabtu.


Menurut Ikhsan Abdullah, tuntutan jaksa penuntut umum tidak tepat karena jaksa tidak menggunakan Pasal 156 (a) sebagai dasar tuntutannya yang ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara, tapi jaksa malah memilih menggunakan Pasal 156.

Read More:   60.000 Lebih Etnis Rohingya Lari Ke Bangladesh Untuk Menghindari Kebrutalan Militer Myanmar

Ikhsan Abdullah menambahkan bahwa tuntutan JPU telah mengabaikan fatwa MUI yang menyatakan Basuki telah menistakan agama.

“Ini sekaligus mendelegitimasi produk hukum yang dikeluarkan MUI,” lanjut Ikhsan Abdullah. (Antaranews, Sabtu, 29 April 2017).

Read More:   Sah, Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017 Dijadikan Undang-Undang Oleh DPR

Sebelumnya jaksa menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun kepada Basuki karena menilai pria yang akrab disapa Ahok itu terbukti melanggar rumusan unsur pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 156 KUHP.

Menurut ketentuan itu, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan bermusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Read More:   Pertanyaan Tegas Saudi Kepada Pakistan, "Bersama Kami Atau Bersama Qatar"

Ahok menjadi terdakwa perkara penodaan agama setelah video pidatonya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, ketika dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al-Maidah 51 untuk membohongi, beredar dan memicu serangkaian aksi besar dari organisasi-organisasi massa Islam.

Sumber: Antaranews.com; Sumber Gambar: Okezone.com

Copyright © Jejaring

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top