Gempuran Rudal Militer AS Ke Suriah Akan Memicu Perang Terbuka Dengan Rusia | Jejaring
5 stars 119 Votes Rudal Militer AS Menggempur Suriah Militer AS menembakkan berondongan rudal jelajah ke pangkalan udara Suriah pada hari Jumat. Trump menyebutnya sebagai...
Gempuran Rudal Militer AS Ke Suriah Akan Memicu Perang Terbuka Dengan RusiaRudal Militer AS Menggempur Suriah Militer AS menembakkan berondongan rudal jelajah ke pangkalan udara Suriah pada hari Jumat. Trump menyebutnya sebagai...thumbnail text
Analisis

Gempuran Rudal Militer AS Ke Suriah Akan Memicu Perang Terbuka Dengan Rusia

Rudal Militer AS Menggempur Suriah

Militer AS menembakkan berondongan rudal jelajah ke pangkalan udara Suriah pada hari Jumat. Trump menyebutnya sebagai hukuman atas  serangan kimia yang barbar yang dlakukan oleh rezim Damaskus pada warga negaranya sendiri. Gempuran rudal besar-besaran ini merupakan tindakan langsung AS pertama dalam menyerang pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Ini merupakan keputusan militer terbesar Trump sejak menjabat sebagai Presiden AS dan yang jelas pasti akan memicu eskalasi dramatis tentang keterlibatan Amerika dalam perang sipil Suriah. Para pejabat AS mengatakan bahwa militernya telah menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara Shayrat pada pukul 3:40 am waktu Suriah, Jumat kemarin.

Serangan rudal ini dilakukan selepas gambar anak-anak tewas dan korban menderita kejang-kejang muncul dari serangan yang diduga gas sarin di kota Khan Sheikhun yang dikuasai pemberontak mengejutkan dunia. Rezim Suriah telah membantah menggunakan senjata kimia. Pemerintah Assad melaporkan bahwa serangan-besar besaran AS tersebut telah dilumatkan dasar melumatkan pangkalan militer dan menewaskan sedikitnya empat prajurit  Suriah. Serangan hampir 60 rudal jelajah AS ini disebut oleh pemeriintah Assad sebagai agresi militer terhadap negara berdaulat.

More:   Dahsyat Diet Kenyang Ala Dewi Hughes (Turun 75 Kg Dengan Sehat)

Tanggapan Rusia

Rusia, sekutu utama pemerintah Assad juga mengecam keras tindakan AS. dengan jJuru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Presiden Vladimir Putin menagggapi serangan tersebut sebagai  “agresi terang-terangan terhadap negara berdaulat” yang akan menimbulkan “kerusakan besar” pada hubungan AS-Rusia.

Pembelaan Trump

Denga dalih demi melindungi “kepentingan keamanan nasional” Amerika, serta untuk mencegah penyebaran senjata kimia berbahaya, Trump harus melakukan serangan tersebut. Trump juga menyerukan bahwa semua negara beradab bergabung dengan AS dalam mencari jalan untuk mengakhiri pembantaian dan pertumpahan darah di Suriah. Selain itu, Trump juga menyerukan negara-negara sahabat AS untuk mengakhiri segala jenis terorisme. Para pejabat mengatakan AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk di Shayrat Airfield at 3:40 am waktu Suriah pada hari Jumat.

More:   HTI Sudah Mempersiapkan UUD Khilafah Untuk Mengganti UUD 45

Sementara sebagian besar negara Barat mendukung keputusan tiba-tiba pemerintahan Trump untuk menyerang pangkalan udara Suriah, ada juga para pemimpin dunia yang sangat mengecam langkah tersebut.

Sikap Keras Rusia

Tidak mengherankan, Rusia sebagai sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad jika mengutuk keras serangan tersebut. Kremlin menyebut serangan tersebut sebagai “agresi terhadap negara berdaulat. Kremlin juga menyebut serangan tersebut adalah melanggar norma-norma internasional”. Selain itu Kremlin juga menyebutnya sebagai tindakan yang memicu “kerusakan besar” tehadap hubungan AS-Rusia. Kremlin lebih jauh membalas dengan mengeluarkan pengumuman untuk menghentikan semua perjanjian antara AS-Rusia. Salah satu perjanjian tersebut adalah kesepakatan bersama duntuk menghidari bentrokan langsung antara kedua pasukan udara mereka di wilayah udara Suriah.

More:   Menunggu Langkah Erdogan Selanjutnya, Setelah AS Mempersenjatai YPG

Rusia juga menuntut pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas gempuran rudal militer AS besar-besaran tersebut kepada pangkalan udara Shayrat.

Apakah ini merupakan tanda-tanda semakin dekatnya beentrokan langsung antara militer Rusia dengan militer AS? Entahlah. Semoga saja tidak akan pernah terjadi, karena jelas akan memicu perang dunia ke tiga. Keduanya adalah negara dengan kekuatan militer terbesar dan terkuat di dunia. Jika terjadi benturan langsung, maka jelas akan menyeret para suporter masing-masing pihak dalam pertempuran sekala super besar yang akan meluluh lantakkan dunia yang saat ini kita tempati.

Sumber Video:wsj.com

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top