KH. Said Aqil Siroj – Masjid Dan Sholat Jum’at Kok Jadi Alat Politik | Jejaring
Fakta & Peristiwa

KH. Said Aqil Siroj – Masjid Dan Sholat Jum’at Kok Jadi Alat Politik

5 stars 158 Votes Aksi atau demo 313 yang digagas Forum Umat Islam (FUI) akan dimulai dengan pelaksanaan shalat Jum'at di Masjid Istiqlal Jakarta....

Aksi atau demo 313 yang digagas Forum Umat Islam (FUI) akan dimulai dengan pelaksanaan shalat Jum’at di Masjid Istiqlal Jakarta. Rencananya, demo itu akan dilaksanakan Jumat, (31/3) besok.

Setelah itu, peserta demo akan melakukan jalan santai ke Istana Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Demo 313 itu menuntut agar presiden mencopot jabatan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama karena dinilai tersandung kasus penistaan agama.

More:   Ketika MUI Merasa Jaksa Penuntut Ahok Mendelegitimasi Produk Hukum MUI

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahldtul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj menilai, shalat Jumat yang dilakukan di masjid-masjid dengan tanpa motif politik saja belum tentu diterima oleh Allah SWT.

“Apalagi shalat Jumat tujuannya (karena) politik,” kata KH. Said Aqil Siroj.

Ia mengatakan, masjid itu adalah tempat ibadah bagi umat Islam dan tidak semestinya digunakan untuk tujuan-tujuan politik. Menurutnya, mereka yang melakukan hal itu adalah orang yang kurang mendalam memahami agama. Ia sangat menyesalkan pihak-pihak yang mencampuradukan agama dengan politik.

More:   Keberadaan Tentara AS Di Perbatasan Suriah - Turki Membuat Erdogan Semakin Berang

“Tidak ada politik di dalam agama dan tidak ada agama di dalam politik. Karena yang mengatasnamakan agama untuk alat politik itu rawan penyimpangan,” tegas KH. Said Aqil Siroj.

Lebih lanjut, KH. Said Aqil Siroj menjelaskan negara Madinah yang dibangun Nabi Muhammad itu adalah negara berdasarkan kesepakatan bersama dan negara yang menjunjung tinggi hukum, bukan negara Islam.

More:   SDF Sedang Menunggu Pasokan Senjata yang Dijanjikan Washington

“Platform negara Madinah adalah semua sama di mata hukum,” jelas KH. Said Aqil Siroj.

Ia meminta kepada semua elemen untuk menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Berdemokrasi harus bebas, rahasia, dan jujur. Tidak ada kawal-kawalan. Tidak ada intimidasi,” tandas KH. Said Aqil Siroj.

Sumber: nu.or.id

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top