Busyro Muqoddas – Radikalisme Berakar Dari Ketimpangan Ekonomi | Jejaring
Edukasi

Busyro Muqoddas – Radikalisme Berakar Dari Ketimpangan Ekonomi

5 stars 215 Votes Semakin melebarnya jurang kesenjangan ekonomi antara penduduk terkaya dan penduduk termiskin di Indonesia ternyata tidak hanya dapat memunculkan potensi konflik...

Semakin melebarnya jurang kesenjangan ekonomi antara penduduk terkaya dan penduduk termiskin di Indonesia ternyata tidak hanya dapat memunculkan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat. Bahaya yang lebih mengancam dari kondisi itu adalah semakin suburnya paham-paham radikal baik yang mengatasnamakan agama ataupun ideologi tertentu. Hal tersebut muncul lantaran adanya ketidakadilan atas pembagian sumber-sumber perekonomian yang sebagian besar dikuasai kaum pemodal.

pada lain sisi, negara dianggap lebih berpihak kepada pemodal ketimbang masyarakat kecil, sehingga kesenjangan semakin lebar jaraknya. Masyarakat yang terdampak ketidakadilan ekonomi secara berkepanjangan akan lebih mudah untuk disusupi paham-paham radikal. Mereka menganggap paham tersebut dapat menjawab permasalahan yang mereka alami sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas hegemoni pemodal maupun pemerintah atas sumber perekonomian mereka.

Demikian disampaikan oleh Dr. Busyro Muqoddas, SH, M.Hum di hadapan para peserta seminar bertajuk “Menyikapi Kasus Makar dan Terorisme” yang diadakan di Kampus FH UII, Jl. Tamansiswa No. 158, Yogya pada Senin (13/3). Menurut, Dr. Busyro Muqoddas analisanya tersebut dibangun berdasarkan argumen ilmiah yang dikumpulkannya secara telaten melalui penelitian selama bertahun-tahun.

Sumber: uii.ac.id, poskotanews.com

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top